Always think that God is present in this temple of body, and whatever you do is an offering to Him. It is only when you develop such sacred feelings will your body and the antahkarana (inner instruments) be sanctified. Therefore, transform your dehabhimana (body attachment) into Atmabhimana (attachment to the Self). This is the real sadhana. Without developing Atmabhimana, there is no point in doing any other sadhana. People say, we are doing bhajans. Till you attain the state of Atmabhimana, all such spiritual practices are essential. When you plant a sapling of a good-quality mango tree, after some time, it gives unripe mangoes. So long as the mangoes are not ripe, they taste sour. Only when they become ripe do they become sweet and tasty. Likewise, when you attain the ripe stage in your sadhana, you develop Atmic feelings. Till you attain such a state of blessedness, continue to discharge your duties without forgetting your goal. Always remind yourself that you have to reach this goal. Gradually, detach yourself from the body and develop attachment to the Self. Only then can you experience eternal bliss. Pursue this path of truth and wisdom and immerse yourself in divine bliss.
-- Divine Discourse, Aug 31, 1996
He is a blessed one who can transform his body attachment (dehabhimana) into attachment to God (Daivabhimana).
Selalulah memikirkan bahwa Tuhan hadir di dalam tempat suci tubuh ini, dan apa pun yang engkau lakukan adalah persembahan kepada-Nya. Hanya ketika engkau mengembangkan perasaan suci seperti ini, tubuh dan antahkarana yaitu perangkat batin akan menjadi suci. Karena itu, ubahlah dehabhimanamu yaitu keterikatan pada tubuh, menjadi Atmabhimana, yaitu kesadaran pada Diri Sejati adalah Atma. Inilah sadhana yang sesungguhnya. Tanpa mengembangkan Atmabhimana, tidak ada gunanya melakukan sadhana yang lain. Orang-orang berkata, “Kami melakukan bhajan.” Sebelum engkau mencapai tahapan kesadaran Atma, maka semua latihan spiritual seperti itu adalah bersifat mendasar. Seperti pohon mangga unggul yang baru ditanam, pada waktunya ia akan menghasilkan buah muda. Selama buah itu belum matang, rasanya masam. Setelah matang, buah itu menjadi manis dan nikmat. Demikian pula, ketika engkau mencapai tahapan matang dalam sadhana, engkau mengembangkan perasaan Atma. Sebelum mencapai keadaan penuh rahmat itu, teruslah menjalankan kewajiban tanpa melupakan tujuanmu. Ingatkan dirimu setiap hari bahwa engkau harus mencapai tujuan ini. Secara bertahap, kurangi keterikatan pada tubuh dan kembangkan keterikatan kepada Atma. Hanya dengan cara itu Anda dapat mengalami kebahagiaan yang kekal. Tempuhlah jalan kebenaran dan kebijaksanaan ini, lalu tenggelamlah dalam kebahagiaan Ilahi.
-- Wejangan Sai, Aug 31, 1996
Berbahagialah orang yang mampu mengubah keterikatan pada tubuhnya (dehabhimana) menjadi keterikatan kepada Tuhan (Daivabhimana).
No comments:
Post a Comment