The word shanti is pronounced three times at the end of every prayer, ritual, or offering. What is the meaning behind this? The first shanti means: ‘May we enjoy peace for the body.’ It means that the body should not get heated by feelings of jealousy, hatred, attachments, and the like. Whatever news you receive about any event, you should receive it with calmness and serenity. The second shanti pertains to the mind. You should not get worked up when someone says something about you which is not true. Simply dismiss it as something which does not concern you. If you get angry or irritated, you are losing your peace of mind! You should say to yourself: ‘Why should I lose my peace of mind just because someone says something about me which is not true?’ Resolve to stick to your truth and be true to your own nature. The third shanti refers to peace of the soul. This peace must be realised through love. This world must be brought back on to the rails and it is love and peace alone which can achieve this! Fill your thoughts, actions, emotions with love, truth and peace. There may be people who may hate us, but love them too!
-- Divine Discourse, Dec 09, 1985
We desire peace, but we keep doing things which, far from giving peace, cause anxiety and worry.
Kata "Shanti" (damai) diucapkan tiga kali pada akhir setiap doa, ritual, atau upacara suci. Apa makna dari pengulangan ini? Pengucapan shanti yang pertama berarti: ‘Semoga kita menikmati kedamaian pada fisik.’ Ini mengandung makna bahwa tubuh seharusnya terbebaskan dari perasaan cemburu, kebencian, kemelekatan, dan sejenisnya. Apapun berita atau informasi yang engkau terima terkait kejadian apapun juga, engkau harus menerimanya dengan ketenangan hati. Pengucapan shanti yang kedua berkaitan dengan pikiran. Engkau seharusnya tidak menjadi emosi ketika seseorang mengatakan sesuatu tentang dirimu yang mana tidak benar. Abaikan saja hal itu sebagai sesuatu yang tidak menyangkut dirimu. Jika engkau menjadi marah atau tersinggung, engkau akan kehilangan kedamaian pikiranmu! Engkau harus mengatakan pada dirimu: ‘Mengapa aku harus kehilangan kedamaian diriku hanya karena seseorang mengatakan sesuatu tentang diriku yang tidak benar?’ Bertekadlah untuk tetap berpegang pada kebenaranmu dan jujur pada jati dirimu sendiri. Pengucapan shanti yang ketiga mengacu pada kedamaian jiwa. Kedamaian ini harus disadari melalui kasih. Dunia ini harus dikembalikan ke jalur yang benar dan hanya kasih serta kedamaian yang dapat mewujudkannya! Isilah pikiran, tindakan, emosimu dengan kasih, kebenaran dan kedamaian. Mungkin ada orang yang membenci kita, tetapi tetap kasihi mereka!
-- Wacana Swami, 09 Desember 1985
Kita menginginkan kedamaian, namun kita tetap melakukan hal-hal yang bukannya memberikan kedamaian, malah menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran.
No comments:
Post a Comment