Saturday, July 11, 2026

Thought for the Day - 11th July 2026 (Saturday)



Many people come to Me distraught and pray, “Swami! I have no peace. Give me peace”. But peace cannot be got from the outer world; it must be sought in the heart. Wicked desires breed misery; beneficial desires result in joy. The removal of desire ensures peace. When desire after desire multiplies in the mind, how can peace be gained? After bhajan and meditation, you repeat Shanti (peace) thrice, praying for physical, mental, and spiritual peace. But the awareness of the Atma being the reality of all can alone confer Shanti. A single mango seed is planted; the tree yields thousands of fruits, and in every fruit, you find the seed! The same Atma is in every being! The Lord is the seed that is manifested as thousands of seeds. “Ekoham (I am one) Bahushyaam (I shall become many)”, said the Lord. When we posit differences and distinctions due to ignorance of this fact, we are afflicted by fear, and peace disappears. When man doubts and disbelieves brother man, how can peace prevail? 


-- Divine Discourse, Apr 05, 1981

When awareness of God dawns in all its splendour, every worldly, sensual desire is reduced to ashes in the flames of that awareness. 


Banyak orang datang kepada-Ku dengan hati yang gelisah dan berdoa, “Swami, saya tidak memiliki kedamaian. Berikanlah saya kedamaian.” Namun, kedamaian tidak dapat diperoleh dari dunia luar. Kedamaian harus ditemukan di dalam hati. Keinginan yang jahat melahirkan penderitaan, sedangkan keinginan yang baik membawa suka cita. Menghilangkan keinginan memastikan adanya kedamaian. Selama keinginan terus bertambah dalam pikiran, bagaimana mungkin kedamaian dapat dirasakan? Setelah bhajan dan meditasi, engkau mengucapkan Shanti sebanyak tiga kali sebagai doa untuk kedamaian jasmani, kedamaian pikiran, dan kedamaian spiritual. Namun, kedamaian hanya dapat diperoleh ketika seseorang menyadari bahwa Atma adalah hakikat yang sama di dalam semua makhluk. Sebuah biji mangga ditanam; dari satu biji tumbuh sebuah pohon yang menghasilkan ribuan buah, dan dalam setiap buah terdapat kembali sebuah biji. Demikian pula, Atma yang satu hadir di dalam setiap makhluk! Tuhan adalah Benih Ilahi yang memanifestasikan diri dalam bentuk yang tak terhitung jumlahnya. Karena itu Tuhan berkata, "Ekoham (Aku adalah Yang Satu) Bahusyam (Aku menjadi banyak)." Ketika manusia, karena ketidaktahuan, melihat perbedaan, membangun sekat, dan merasa terpisah dari orang lain, muncullah rasa takut. Bersamaan dengan itu, kedamaian pun menghilang. Selama manusia saling meragukan dan tidak lagi mempercayai sesamanya, bagaimana kedamaian dapat terwujud.


-- Wejangan Sai, 05 April 1981

Ketika kesadaran akan Tuhan bersinar dengan sepenuhnya, seluruh keinginan duniawi dan kenikmatan indria akan hangus menjadi abu dalam nyala kesadaran itu.

No comments: