Monday, July 27, 2026

Thought for the Day - 27th July 2026 (Monday)



You may wonder if there is a way to escape from the consequences of karma. Yes, it is possible for those who earn the grace of God. Once you become the recipient of God’s grace, you will not be affected by karma-phalam (consequences of actions). Hence, you should strive to earn divine grace. Scholars say it is impossible to escape karma. What they say is true to a certain extent. But once you earn Divine grace, even if you have to experience the consequences of karma, you will not feel the pain. Take, for instance, a bottle containing medicine. You find the expiry date mentioned on the bottle. After the expiry date, the medicine will lose its potency. Likewise, God’s grace will make the karma-phalam ‘expire’, i.e., it nullifies the effects of karma. Hence, it is possible to escape from the consequences of karma. Man should cultivate necessary strength and willpower to deserve divine grace. You will be free from the shackles of karma once you earn divine grace.


-- Divine Discourse, Jul 21, 2005

Grace takes away the malignity of the Karma you have to undergo.


Engkau mungkin bertanya-tanya jika ada cara untuk melepaskan diri dari akibat karma. Iya, adalah mungkin bagi mereka yang mendapatkan rahmat Tuhan. sekali sengkau menjadi penerima dari rahmat Tuhan, maka engkau tidak akan terpengaruh dari karma-phalam (konsekuensi dari perbuatan). Karena itu, engkau harus berusaha untuk bisa mendapatkan rahmat Tuhan. Para cendekiawan berkata adalah tidak mungkin untuk terlepas dari belenggu karma. Apa yang mereka sampaikan adalah benar pada sampai batas tertentu. Namun sekali engkau mendapatkan rahmat Tuhan, bahkan jika engkau harus mengalami konsekuensi atau buah dari karma, engkau tidak akan merasakan rasa sakitnya. Ambillah ini sebagai contoh, sebuah botol menyimpan obat di dalamnya. Engkau bisa melihat tanggal kadaluarsa yang tertera pada botol tersebut. Setelah melewati tanggal kadaluarsa maka obat yang tersimpan dalam botol tersebut akan kehilangan khasiatnya. Sama halnya dengan rahmat Tuhan akan membuat karma-phalam ‘menjadi kadaluarsa’ atau kehilangan kekuatannya dengan meniadakan akibat dari karma. Karena itu, adalah memungkinkan untuk melepaskan diri dari konsekuensi dari karma. Manusia harus meningkatkan kekuatan dan kemauan yang diperlukan untuk layak mendapatkan rahmat Tuhan. engkau akan terbebaskan dari belenggu karma saat engkau mendapatkan rahmat Tuhan. 


-- Wacana Swami, 21 Juli 2005

Rahmat Tuhan menghilangkan keburukan Karma yang harus engkau jalani.

No comments: