Kshama (forbearance) is the grandest and the noblest among virtues. It is all-encompassing. Mahabharata and Shrimad Bhagavatam both contain many episodes that illustrate the disaster that befalls when Kshama is lost. Jealousy is the first bad quality that makes its entry when Kshama makes its exit. The Mahabharata gives a graphic portrayal of how life that is otherwise smooth, can be totally shattered by jealousy. The golden island, Lanka, was like the very heavens, but Ravana’s jealousy reduced it to ruins. Whereas Kshama can give complete protection, its absence can plunge one into distress and disaster. Impatience breeds selfishness and promotes jealousy, which together spur infighting and divisive tendencies of various kinds. The troubles countries are currently passing through are largely due to the absence of this noble quality of Kshama. Impatience has ruined even very great spiritual aspirants. Kings were reduced to beggars. The absence of Kshama can make a Yogi into a rogi (sick one)! Without Kshama, mankind becomes degraded and starts declining, but if it has this quality, then it can progress by leaps and bounds.
Divine Discourse, May 25, 2000
For spiritual progress and advancement, Kshama is the real basis or foundation.
Kshama (kesabaran dan kemampuan menahan diri) adalah sifat luhur yang paling agung dan paling mulia di antara semua sifat-sifat baik. Kesabaran ini mencakup segalanya. Mahabharata dan Shrimad Bhagavatam keduanya memuat banyak kisah yang menunjukkan bencana yang terjadi ketika kualitas Kshama ini hilang. Sifat iri hati adalah sifat buruk pertama yang masuk ketika Kshama keluar dari diri seseorang. Mahabharata memberikan gambaran yang sangat jelas tentang bagaimana kehidupan yang semula berjalan baik dapat hancur total karena iri hati. Pulau emas Lanka bagaikan surga, tetapi sifat iri hati dari Ravana menghancurkannya hingga menjadi puing-puing. Kshama dapat memberikan perlindungan yang sempurna, sedangkan ketiadaannya dapat menjerumuskan seseorang ke dalam penderitaan dan kehancuran. Sifat ketidaksabaran melahirkan egoisme dan memupuk iri hati; keduanya bersama-sama memicu pertikaian internal dan kecenderungan memecah-belah. Berbagai kesulitan yang dialami banyak negara saat ini sebagian besar disebabkan oleh tidak adanya kualitas luhur Kshama ini. Ketidaksabaran bahkan telah meruntuhkan para pencari spiritual yang agung. Raja-raja dapat jatuh menjadi pengemis. Ketiadaan Kshama bahkan dapat mengubah seorang yogi menjadi rogi (orang yang sakit)! Tanpa Kshama, umat manusia mengalami kemerosotan dan kehancuran. Namun bila kualitas ini dimiliki, manusia dapat berkembang dengan sangat pesat.
Wacana Swami, 25 Mei 2000
Untuk kemajuan dan perkembangan spiritual, Kshama adalah dasar dan fondasi yang sejati.
No comments:
Post a Comment