Tuesday, June 15, 2021

Thought for the Day - 14th June 2021 (Monday)

We must investigate what is meant by ‘I’. When I ask your name you say, “Ramanna, Lakshmayya, Venkanna, Krishnamurthy," etc. When you are asked who this Ramanna or Lakshmayya is, you raise your hands and say, 'I, I." I ask a number of people and use a number of names, but the answer is always 'I'. Where does this 'I' come from? It is found in everyone. Has this 'I' got a form? Is it this body or mind or intellect or consciousness? It is not any of these. The 'I' is not this body. When I say My kerchief I imply that I am different from the kerchief. I say My table or My chair, because I am not the table or the chair. Now, if we have this 'I' in everyone, it must be the same in everyone. It is the One among the many. 1 + 1 + 1 + 1 is equal to 4. But I + I + I + I is equal to only 'I' for, the 'I' is, the same in everyone. To recognise this is to truly know one's real identity, the One, the Atman. Without this knowledge, life is a waste. 



Kita harus melakukan penyelidikan apa makna dari ‘aku’. Ketika Aku menanyakan namamu, engkau berkata, “Ramanna, Lakshmayya, Venkanna, Krishnamurthy," dsb. Ketika engkau ditanyakan siapakah Ramanna atau Lakshmayya ini, engkau mengangkat tanganmu dan berkata, 'aku, aku." Aku menanyakan beberapa orang dan menggunakan sejumlah nama, namun jawabannya selalu adalah 'aku'. Darimana kata 'aku' ini muncul? Ini ditemukan dalam setiap orang. Sudahkah 'aku' ini mendapatkan bentuk? Apakah ini adalah tubuh atau pikiran atau intelek atau kesadaran? Ini bukanlah semuanya ini. Kata 'aku' bukanlah tubuh ini. Ketika Aku mengatakan sapu tangan-Ku, Aku menegaskan bahwa Aku adalah berbeda dari sapu tangan. Aku berkata meja atau kursi-Ku, karena Aku bukanlah meja atau kursi. Sekarang, jika kita memiliki 'aku' ini dalam diri setiap orang, maka ‘aku’ ini haruslah sama dalam diri setiap orang. Ini adalah Satu diantara banyak. 1 + 1 + 1 + 1 adalah sama dengan 4. Namun I + I + I + I adalah hanya sama dengan 'aku' karena, kata 'aku' adalah, sama dalam diri setiap orang. Mengenali hal ini berarti benar-benar mengetahui jati diri seseorang, Yang Esa, sang Atman. Tanpa pengetahuan ini, hidup menjadi sia-sia saja. (Divine Discourse, Jul 25, 1978)

-BABA

 

No comments: