Sunday, June 20, 2021

Thought for the Day - 16th June 2021 (Wednesday)

There is no greater quality in man than selfless love which expresses itself in service to others. The relationship between karma and karma yoga should be understood. Ordinary karma done with attachment or desires causes bondage. But desireless, selfless action becomes karmayoga. Our life should become a yoga (Divine Communion) rather than a 'roga' (disease). Today most of our actions result in 'roga' because they are related to sensuous pleasures. Freedom from disease can be obtained by pursuing the spiritual path. It does not consist merely in singing bhajans or reciting hymns. These are good deeds. Only actions performed as a complete offering to the Divine can be regarded as spiritual. The man who is in a state of ignorance about the Self is like the bud of a flower that hasn’t yet blossomed. When the flower blossoms, it sheds its fragrance all-around. Likewise, the one who realises Divinity within, becomes a source of light and strength! 



Tidak ada kualitas yang lebih hebat dalam diri manusia daripada cinta-kasih yang tanpa pamrih yang mengungkapkan dirinya dalam pelayanan kepada yang lainnya. Hubungan diantara karma dan karma yoga seharusnya dipahami. Karma biasa dilakukan dengan keterikatan atau keinginan yang menyebabkan perbudakan. Namun tanpa keinginan, perbuatan tanpa pamrih menjadi karmayoga. Hidup kita seharusnya menjadi sebuah yoga (penyatuan dengan Tuhan) daripada hanya sebuah 'roga' (penyakit). Hari ini kebanyakan dari perbuatan kita menjadi penyebab dari 'roga' karena perbuatan kita terkait dengan kesenangan sensual. Kebebasan dari penyakit dapat diraih dengan menapaki jalan spiritual. Jalan spiritual tidak hanya terkait dalam melantunkan bhajan atau mengidungkan puja. Semuanya ini adalah perbuatan yang baik. Hanya perbuatan yang dilakukan sebagai persembahan seutuhnya kepada Tuhan dapat disebut sebagai spiritual. Manusia yang ada dalam keadaan buta dengan jati dirinya adalah seperti kuncup pada bunga yang belum mekar. Ketika bunga itu mekar, maka wanginya akan meliputi semuanya. Sama halnya, seseorang yang menyadari ketuhanan di dalam dirinya, menjadi sebuah sumber cahaya dan kekuatan! (Divine Discourse, Apr 6, 1983)

-BABA

 

No comments: