Wednesday, July 14, 2021

Thought for the Day - 13th July 2021 (Tuesday)

From the 46 maxims of conduct: If your meditation or prayer isn’t progressing properly or if desires you entertain don’t come to fruition, don’t get dispirited with God. If you do, it will discourage you even more and you’ll lose peace, however small or big, that you may have earned. During meditation and chanting, you should not be dispirited, desperate, or discouraged. When such feelings come, take it that it is the fault of your spiritual exercises, and endeavour to do them correctly. You can easily attain the divine principle only when you automatically behave and act in this manner in your daily conduct and in all actions. Therefore, hold on to these maxims firmly. Chew and digest these spoken sweets, which have been distributed and be happy!


 

Dari 46 prinsip perilaku: Jika meditasi atau doa yang engkau lakukan tidak berkembang dengan baik atau jika keinginan yang engkau miliki tidak membuahkan hasil, jangan menjadi putus asa dengan Tuhan. Jika engkau melakukannya, hal ini akan semakin mengecilkan hatimu dan engkau akan kehilangan kedamaian, betapapun kecil atau besarnya, yang mungkin engkau telah peroleh. Selama meditasi dan pelantunan nama Tuhan, engkau tidak boleh putus asa, berkecil hati atau patah semangat. Ketika perasaan-perasaan itu datang, terimalah hal itu sebagai kesalahan dalam latihan spiritualmu, dan berusaha untuk melakukan latihan spiritual itu dengan benar. Engkau dapat dengan mudah mencapai prinsip Tuhan hanya ketika engkau secara otomatis bertingkah laku dan bertindak sesuai dengan norma-norma ini dalam kehidupan sehari-hari dan dalam semua tindakan. Maka dari itu, peganglah prinsip-prinsip ini dengan kuat. Kunyah dan cerna prinsip-prinsip perilaku yang indah ini, yang telah disebarkan dan berbahagilah! -Sandeha Nivarini, Ch 7.

-BABA


Thought for the Day - 12th July 2021 (Monday)

From the 46 maxims of conduct: 44) If you desire to cultivate one-pointedness, when in a crowd or bazaar, don’t scatter your vision on everything and to the four corners, but see only the road in front of you, just enough to avoid accidents to yourself! One-pointedness will become firmer if you move without taking your attention off the road, if you are constantly avoiding dangers, and if you don’t cast your eyes on others’ forms! 45) Give up all doubts regarding the guru and God. If your worldly desires don’t get fulfilled, don’t blame it on your devotion, for there is no relationship between such desires and devotion to God. These worldly desires have to be given up some day; feelings of devotion have to be acquired someday. Be firmly convinced of this!


 

Dari 46 prinsip perilaku: 44) Jika engkau ingin untuk meningkatkan pemusatan pikiran, ketika engkau berada di dalam keramaian atau di tengah pasar, jangan memandang ke semuanya dan keempat penjuru, namun lihatlah hanya jalan yang ada di depanmu, adalah cukup bagimu agar terhindar dari tabrakan dengan yang lainnya! Pemusatan pikiran akan menjadi lebih mantap jika engkau bergerak tanpa mengalihkan perhatianmu dari jalan, jika engkau secara terus-menerus menghindari bahaya, dan jika engkau tidak memandang kepada orang lain di sekitarmu! 45) Lepaskan semua keraguanmu terhadap Guru dan Tuhan. Jika keinginan duniawimu tidak terpenuhi, jangan menyalahkannya pada rasa bhaktimu, karena tidak ada hubungan diantara keinginan seperti itu dan bhakti kepada Tuhan. Keinginan-keinginan duniawi ini harus dilepaskan suatu hari nanti; perasaan bhakti harus bisa diperoleh suatu hari nanti. Yakinlah dengan kuat akan hal ini! -Sandeha Nivarini, Ch 7

-BABA

Thought for the Day - 11th July 2021 (Sunday)


From the 46 maxims of conduct: 41) Whenever you get a little leisure, don’t spend it in talking about all and sundry, instead utilise it in meditating on God or in doing service to others. 42) The Lord is understood only by the devotee; the devotee is understood only by the Lord. Others cannot understand them. So don’t discuss matters relating to the Lord with those who have no devotion. Such discussion will diminish your devotion. 43) If anyone speaks to you on any subject with wrong understanding, don’t think of other wrong notions that will support that stand but grasp only the good and the sweet in what was said. True meaning is to be appreciated as desirable, not wrong meaning or many meanings, which give no meaning at all and cause only the hampering of bliss (ananda).



Dari 46 prinsip perilaku: 41) Setiap kali engkau mendapatkan waktu luang, jangan habiskan untuk berbicara tentang segala hal, tetapi gunakan untuk merenungkan Tuhan atau melakukan pelayanan kepada orang lain. 42) Tuhan hanya dipahami oleh para bhakta; bhakta hanya dipahami oleh Tuhan. Orang lain tidak dapat memahami mereka. Jadi jangan membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan Tuhan dengan mereka yang tidak memiliki pengabdian. Diskusi seperti itu akan mengurangi pengabdianmu. 43) Jika seseorang berbicara kepadamu tentang topik apa pun dengan pemahaman yang salah, jangan memikirkan gagasan salah lainnya yang akan mendukung pendirian itu tetapi pegang hanya yang baik dan yang manis dalam apa yang dikatakan. Makna yang benar adalah dihargai sesuai keinginan, bukan makna yang salah atau banyak makna, yang tidak memberikan makna sama sekali dan hanya menyebabkan terhambatnya kebahagiaan (ananda). - Sandeha Nivarini, Ch 7

-BABA

Thought for the Day - 10th July 2021 (Saturday)

From the 46 maxims of conduct: 38) Instead of searching for others’ faults, search for your own, uproot them, and throw them off. It is enough if you search and discover one fault of yours — that is better than discovering tens of hundreds of faults in others. 39) Even if you can’t or won’t do any good deed, don’t conceive or carry out any bad deed. 40) Whatever people may say about the faults that you know are not in you, don’t feel for it. As for the faults that are in you, try to correct them yourself, even before others point them out to you. Don’t harbour anger or bitterness against people who point out your faults; don’t retort, pointing out their faults, but show your gratitude to them. Trying to discover their faults is a greater mistake on your part. It is good for you to know your faults; it is no good for you to know others’ faults.


 

Dari 46 prinsip tingkah laku: 38) Daripada mencari kesalahan orang lain, carilah kesalahan dari dirimu sendiri, cabutlah kesalahan-kesalahan itu dan buanglah semuanya. Adalah cukup jika engkau mencari dan menemukan satu kesalahanmu - itu adalah lebih baik daripada menemukan sepuluh kesalahan pada diri orang lain. 39) Walaupun jika engkau tidak bisa atau tidak akan melakukan perbuatan baik, jangan memikirkan atau melakukan perbuatan buruk apapun. 40) Apapun orang-orang mungkin katakan tentang kesalahan yang engkau ketahui tidak ada di dalam dirimu, jangan rasakan itu. Adapun kesalahan yang ada pada dirimu, cobalah untuk memperbaikinya sendiri, bahkan sebelum orang lain menunjukkannya kepadamu. Jangan memendam kemarahan atau kebencian terhadap orang-orang yang menunjukkan kesalahanmu; jangan membalas dengan menunjukkan kesalahan mereka, namun tunjukkan rasa terima kasih kepada mereka. Mencoba untuk menemukan kesalahan mereka adalah kesalahan yang lebih besar di pihakmu. Adalah baik bagimu untuk mengetahui kesalahanmu; adalah tidak baik bagimu untuk mengetahui kesalahan orang lain. -Sandeha Nivarini, Ch 7

-BABA

Thought for the Day - 9th July 2021 (Friday)


From the 46 maxims of conduct: 32) Whatever you feel should not be done to you by others, avoid doing such to others. 33) For faults and sins committed in ignorance, repent sincerely and try not to repeat them. Pray to God to bless you with the strength and courage needed to stick to the right path. 34) Don’t allow anything to come near you that will destroy your eagerness and enthusiasm for God. Want of eagerness will cause the decay of the strength of people. 35) Don’t yield to cowardice; don’t give up bliss (ananda). 36) Don’t get swelled up when people praise you; don’t feel dejected when people blame you. 37) If anyone among your friends hates another and starts a quarrel, don’t attempt to inflame them more and make them hate each other more; instead, try with love and sympathy, to restore their former friendship.


 

Dari 46 prinsip tingkah laku: 32) Apapun yang engkau rasakan seharusnya tidak dilakukan orang lain kepadamu, hindari melakukan hal yang sama kepada orang lain. 33) Untuk kesalahan dan dosa yang dilakukan karena kebodohan, bertobatlah dengan tulus dan jangan mengulanginya lagi. Berdoalah kepada Tuhan agar memberkatimu dengan kekuatan dan keberanian yang diperlukan untuk tetap berada di jalan yang benar. 34) Jangan mengizinkan apapun untuk mendekatimu yang akan menghancurkan hasrat dan semangatmu untuk Tuhan. Keinginan nafsu akan menyebabkan kehancuran kekuatan seseorang. 35) Jangan menyerah pada sifat pengecut; jangan menyerah untuk mendapatkan kebahagiaan (ananda). 36) Jangan menjadi besar kepala ketika orang-orang memujimu; jangan merasa sedih ketika orang-orang menyalahkanmu. 37) Jika siapapun diantara teman-temanmu saling membenci dan mulai bertengkar, jangan mencoba untuk menyulut emosi mereka dan membuat mereka lebih membenci satu dengan yang lainnya, cobalah dengan kasih dan simpati untuk memugar kembali persahabatan lama mereka. -Sandeha Nivarini, Ch 7.

BABA

Thursday, July 8, 2021

Thought for the Day - 8th July 2021 (Thursday)

From the 46 maxims of conduct: 26) Greed yields only sorrow; contentment is best. There is no happiness greater than contentment. 27) The mischief-mongering tendency should be plucked out by the roots and thrown off. If allowed to exist, it will undermine life itself. 28) Bear both loss and grief with fortitude; try to find plans to achieve joy and gain. 29) When you are invaded by anger, practice silence or remember the name of the Lord. Do not remind yourself of things that will inflame the anger more. That will do incalculable harm. 30) From this moment, avoid all bad habits. Do not delay or postpone. They do not contribute the slightest joy. 31) Try, as far as possible within your means, to satisfy the needs of the poor, who are really daridra narayana (forms of God). Share with them whatever food you have and make them happy at least at that moment. 



Dari 46 prinsip tingkah laku: 26) Ketamakan hanya membawa penderitaan; bersyukur adalah yang terbaik. Tidak ada kebahagiaan lebih besar daripada bersyukur. 27) Kecenderungan berbuat tidak baik harus dicabut sampai ke akar-akarnya dan dibuang. Jika kecenderungan buruk ini dibiarkan ada, hal ini akan merusak hidup itu sendiri. 28) Tanggunglah keduanya kerugian dan duka cita dengan ketabahan; cobalah untuk menemukan rencana untuk mencapai suka cita dan keuntungan. 29) Ketika engkau diserang oleh kemarahan, praktikkan hening atau ingat nama suci Tuhan. Jangan mengingatkan pada dirimu tentang hal-hal yang mengobarkan kemarahan lagi. Itu akan menimbulkan kerugian yang tidak terhitung. 30) Mulai dari saat sekarang, jauhi semua kebiasaan buruk. Jangan menunda lagi. Kebiasaan buruk itu tidak memberikan suka cita sedikitpun. 31) Cobalah sejauh yang engkau mampu untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang miskin, yang benar-benar adalah perwujudan dari Tuhan (daridra Narayana). Berbagilah dengan mereka apapun makanan yang engkau miliki dan buatlah mereka bahagia setidaknya pada saat itu. - Sandeha Nivarini, Ch 7.

BABA

Thought for the Day - 7th July 2021 (Wednesday)

From the 46 maxims of conduct: 21) It is easy to conquer anger through love, attachment through reasoning, falsehood through truth, bad through good, and greed through charity. 22) No reply should be given to the words of the wicked. For your own good, be at a great distance from them. Break off all relations with such people. 23) Seek the company of good men, even at the sacrifice of your honour and life. Pray to God to bless you with the discrimination needed to distinguish between the good men and the bad. You must also endeavour to discriminate, using the intellect given to you. 24) Those who conquer states and earn fame in the world are hailed as heroes, no doubt, but those who have conquered the senses are heroes who must be acclaimed as the conquerors of the Universal. 25) Whatever acts a good or bad person may do, the fruits thereof follow them and will never stop pursuing them. 



Dari 46 prinsip tingkah laku: 21) adalah mudah untuk menaklukkan kemarahan dengan cinta-kasih, menaklukkan keterikatan dengan pertimbangan, menaklukkan kebohongan dengan kebenaran, menaklukkan keburukan dengan kebaikan, dan menaklukkan ketamakan dengan berderma. 22) Tidak perlu ada jawaban yang diberikan pada kata-kata yang jahat. Untuk kebaikanmu, jagalah jarak yang jauh dengan mereka. Putuskan hubungan dengan orang-orang yang seperti itu. 23) Carilah pergaulan dengan orang-orang yang baik, bahkan dengan mengorbankan kehormatan dan hidupmu. Berdoalah kepada Tuhan agar memberkatimu dengan kemampuan membedakan (diskriminasi) yang dibutuhkan untuk membedakan diantara orang-orang yang baik dan jahat. Engkau harus juga berusaha untuk membedakan, menggunakan kecerdasan yang diberikan kepadamu. 24) Mereka yang mampu menaklukkan negara dan mendapatkan kemasyhuran di dunia dipuji sebagai pahlawan, tidak diragukan lagi, namun mereka yang telah menaklukkan indera adalah pahlawan yang harus diakui sebagai penakluk Universal. 25) Perbuatan apapun yang dilakukan seseorang apakah itu baik atau buruk, hasil dari perbuatan itu akan mengikutinya dan tidak akan pernah berhenti mengejarnya. - Sandeha Nivarini, Ch 7

BABA