Wednesday, March 6, 2019

Thought for the Day - 3rd March 2019 (Sunday)

We have not only the Maha Shivaratri once a year, we have a Shivaratri every month dedicated to the worship of Shiva. And why is this ratri (night) so important? The night is dominated by the Moon. The Moon has 16 kalas (fractions of divine glory), and each day or rather night, during the dark fortnight, one fraction is reduced, until the entire Moon is annihilated on the New-Moon night. From then on, each night, a fraction is added, until the Moon is a full circle on the Full-Moon night. The Moon is the presiding deity of the mind; the mind waxes and wanes just like the Moon. Chandrama manaso jatha - Out of the mind of the Purusha (Supreme Being), the Moon was born. It must be remembered that the chief aim of all sadhana is to eliminate the mind and become an Amanaska. Then only can maya (illusion) be rent asunder and the reality revealed.
Kita tidak hanya memiliki Maha Shivaratri sekali dalam setahun, kita memiliki Shivaratri setiap bulan yang didedikasikan pada pemujaan pada Shiva. Dan mengapa pada malam (ratri) menjadi begitu penting? Malam banyak dipengaruhi oleh bulan. Bulan memiliki 16 kala (bagian dari kemuliaan Tuhan), dan setiap hari atau lebih tepatnya malam, selama dua minggu yang gelap, satu kala atau bagian dikurangi, sampai seluruh bulan gelap saat bulan mati. Mulai dari saat itu, setiap malam, satu kala atau bagian ditambahkan, sampai bulan dalam lingkaran penuh saat malam bulan purnama. Bulan adalah dewa utama dari pikiran; pikiran berkurang dan bertambah sama seperti halnya bulan. Chandrama manaso jatha – dari pikiran Purusha (Tuhan yang tertinggi), bulan itu lahir. Ini harus diingat bahwa tujuan utama dari semua sadhana adalah untuk melenyapkan pikiran dan menjadi Amanaska. Hanya dengan demikian maya (khayalan) menjadi hancur dan kenyataan sejati diungkapkan. (Divine Discourse, Shivaratri, Feb 1969)

-BABA

No comments: