Wednesday, April 8, 2020

Thought for the Day - 7th April 2020 (Tuesday)

Food on the plate, when not consumed by us or given to a hungry person, but kept unused, becomes foul. So too, when our faults and failings are not corrected, either by our own efforts or by heeding the advice of great souls who have succeeded in the cleansing process, imagine what the fate of our lives will be! Like the plate of boiled lentils (dhal) kept for too long, life will stink. People don’t recognise the truth that spiritual, moral, and behavioural values are the very crown-jewels of human achievement. When not in office, people write articles and essays on education or indulge in parrot-talks from platforms. When the same people achieve positions of authority, they practice measures quite contrary to what they spoke earlier. Of course, speeches from platforms are good, but their practice should not be paralysed. Unless this illness of speech without practice is cured, education and real scholarship will not manifest its real worth! 


Makanan ada di atas piring, ketika kita tidak menikmati makanan itu atau diberikan kepada mereka yang kelaparan namun tetap dibiarkan saja maka makanan itu menjadi basi dan busuk. Begitu juga, ketika kesalahan dan kegagalan kita tidak diperbaiki, apakah dengan usaha kita sendiri atau dengan mendengarkan nasehat dari jiwa-jiwa yang suci yang telah berhasil dalam proses pembersihan ini, bayangkan bagaimana nasib hidup kita jadinya! Seperti halnya sepiring dhal rebus yang dibiarkan terlalu lama, hidup yang seperti itu akan menjadi busuk. Manusia tidak mengetahui kebenaran bahwa spiritual, moral, dan tingkah laku yang tidak tercela adalah puncak prestasi dari manusia. Ketika mereka tidak memiliki jabatan apapun, mereka menulis artikel dan risalah tentang Pendidikan atau berbicara seperti burung beo di atas mimbar. Ketika orang yang sama mendapatkan jabatan kekuasaan, mereka melakukan tindakan yang sama sekali bertentangan dengan apa yang mereka katakan sebelumnya. Tentu saja, berbicara di atas mimbar itu baik, namun praktik yang dilakukan seharusnya tidak kosong. Kecuali jika penyakit berbicara tanpa praktik ini disembuhkan, maka Pendidikan dan kesarjanaan yang sesungguhnya tidak akan mewujudkan nilainya yang sejati! - Vidya Vahini, Ch 2

-BABA

No comments: