The Veda has declared: “Whatever is perceived is liable to perish.” Man sees with his physical eyes all objects in the world, moving and non-moving. All these will disappear in due course in the stream of Time. Neither the eye that sees, nor the object that is seen, is permanent. All beings in creation are endowed with eyes. What is the special significance of the eyes possessed by man? What is the unique significance of human existence? Having been born as a human being, it will be unfortunate if man is content with the physical vision. Man must acquire Jnana-netram (the eye of Wisdom). Without it, of what avail is one’s education? What is the use of one’s intelligence or one’s mental powers? What is a man worth if he is unable to recognise the divinity within him? Man is the crown of creation. That is why the scriptures have praised the noble virtues that man is capable of manifesting. Hence, as a human being, one must strive to acquire the eye of wisdom. The physical eyes are inept. You cannot see your own eyes. These imperfect eyes, how can they see the highly subtle mind? The eyes which are unable to see the mind, how can they see the Atma (the Indwelling Spirit)?
- Divine Discourse, Apr 04, 1992
Engage yourself in Sadhana that will secure the Grace of God; through that Grace, the Eye of Wisdom will be granted.
Naskah suci Weda telah menyatakan: “Segala sesuatu yang dapat dilihat pasti akan musnah.” Manusia melihat dengan mata fisiknya semua objek di dunia, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Semua objek dunia ini akan lenyap dalam arus waktu. Baik mata yang melihat objek, maupun objek yang dilihat oleh mata, bukanlah sesuatu yang bersifat permanen. Semua makhluk dalam ciptaan ini diberkahi dengan mata. Apa makna khusus dari mata yang dimiliki oleh manusia? Apa makna yang unik dari keberadaan manusia? Setelah lahir sebagai manusia, sangat sungguh disayangkan jika manusia hanya puas dengan penglihatan fisik saja. Manusia harus mencapai Jnana-netram (mata kebijaksanaan). Tanpa mata kebijaksanaan ini, apa arti dari pendidikan yang seseorang miliki? Apa gunanya kecerdasan atau kekuatan mental seseorang? Apa nilai seorang manusia jika ia tidak mampu untuk menyadari kualitas Tuhan dalam dirinya? Manusia adalah puncak dari ciptaan. Itulah sebabnya mengapa naskah suci telah memuliakan sifat-sifat luhur yang manusia mampu wujudkan. Oleh karena itu, sebagai seorang manusia maka ia harus berusaha untuk mencapai penglihatan kebijaksanaan. Mata fisik memiliki keterbatasan. Anda tidak bisa melihat mata anda sendiri. Dengan kedua mata yang tidak sempurna ini, bagaimana bisa melihat pikiran yang begitu halus? Jika mata yang tidak bisa melihat pikiran, lantas bagaimana kedua mata ini bisa melihat Atma (jiwa yang bersemayam di dalam diri)?
- Divine Discourse, Apr 04, 1992
Jalankan sadhana yang dapat mendatangkan karunia Tuhan; dengan karunia Tuhan itu, penglihatan kebijaksanaan akan dianugerahkan.
No comments:
Post a Comment