Thursday, February 5, 2026

Thought for the Day - 5th February 2026 (Thursday)



In all aspects, Rama translated every moment of his life to be an example of ideal behaviour. By showing equal affection to all, Rama attracted all the people. In His childhood, Rama spoke very little. He was conducting Himself in that manner in order to show the world the ideal that is contained in limited speech. Limited talking will always promote the divine strength in one and will also promote one’s memory. It creates respect for one in the community. If one talks too much, it will, to an extent, destroy one’s memory. Not only this, if one talks too much, the strength in the nerves will diminish and the person will become somewhat feeble. It is for this reason that all great saints were observing the path of silence whenever possible. By observing silence, one can get strength. Because the youth of today talk too much, it so happens that their memory becomes weak, and when they go to the examination hall, they forget what they have read. Amongst the many ideals which Rama has given to the young people, the first one is to talk less. 


- Divine Discourse, May 19, 1977

In the depth of silence, the divine voice can be heard! 


Dalam semua aspek kehidupan-Nya, Rama menerjemahkan setiap saat dari hidup-Nya menjadi sebuah teladan tingkah laku yang ideal. Dengan menunjukkan kasih sayang yang sama kepada semua orang, Rama menarik hati seluruh masyarakat. Pada masa kanak-kanak-Nya, Rama berbicara sangat sedikit. Cara hidup ini dijalani-Nya untuk menunjukkan kepada dunia betapa mulianya nilai yang terkandung dalam berbicara secukupnya. Berbicara secara terbatas akan selalu menumbuhkan kekuatan Ilahi di dalam diri seseorang dan juga memperkuat daya ingat. Sikap ini menumbuhkan rasa hormat dari lingkungan sekitar. Sebaliknya, berbicara terlalu banyak, sampai batas tertentu, dapat melemahkan daya ingat. Tidak hanya itu, terlalu banyak berbicara juga menguras kekuatan saraf sehingga seseorang menjadi lemah. Inilah sebabnya mengapa para resi dan orang suci yang hebat selalu menempuh jalan keheningan kapanpun memungkinkan. Dengan mempraktikkan keheningan, seseorang memperoleh kekuatan batin. Karena kaum muda masa kini terlalu banyak berbicara, daya ingat mereka menjadi lemah, dan ketika memasuki ruang ujian, mereka melupakan apa yang telah dipelajari. Di antara sekian banyak teladan yang diberikan Rama kepada kaum muda, yang pertama dan utama adalah sedikit berbicara. 


- Divine Discourse, May 19, 1977

Dalam kedalaman keheningan, suara Tuhan dapat di dengar!

No comments: