Friday, February 6, 2026

Thought for the Day - 6th February 2026 (Friday)



In the Kali Age, man has acquired great fame, riches and comforts, but he lacks peace and a sense of security. The reason for this sorrow is the lack of patience and sympathy (sahana and sahanubhuti) amongst the members of the family living in a house. Why does man lack these two qualities? The rise in selfishness and the use of intelligence for one’s own self-interests has brought about this decline. Man has become selfish, and he no longer thinks of contributing to others’ happiness. Patience and sympathy are like the life force for a man, akin to inhalation and exhalation. A man without these can be considered lifeless. Having acquired a number of degrees and having amassed wealth, what has man really achieved? What every man in a family should aspire to achieve are the two virtues of patience and sympathy.  Today, they build a house with four walls and call it a home. However, it was not so in the olden days. Five to six families lived together in a small hut peacefully, and it became a home. There is a lot of difference between a house and a home. When there is sahana and sahanubhuti among members of the family, it is home. Because of the absence of these, the bhavanam (house) has become vanam (forest). 


- Divine Discourse, Oct 02, 2000

The home is the temple where the family, each member of which is a moving temple, is nurtured and nourished. 


Di jaman kali ini, manusia telah mencapai ketenaran, kekayaan dan kenyamanan yang sangat besar, namun manusia kurang merasakan kedamaian dan rasa aman. Alasan dari penderitaan ini adalah kurangnya kesabaran dan simpati (sahana dan sahanubhuti) diantara anggota keluarga di dalam satu rumah. Mengapa manusia kurang memiliki kedua kualitas ini? Hal ini disebabkan karena meningkatnya sifat mementingkan diri sendiri dan penggunaan kecerdasan untuk kepentingan diri sendiri yang menyebabkan kemerosotan ini. Manusia telah menjadi mementingkan diri sendiri, dan manusia tidak lagi memikirkan bagaimana membahagiakan orang lain. Kesabaran dan simpati adalah seperti kekuatan hidup bagi manusia, seperti halnya tarikan dan hembusan nafas. Seseorang yang tidak memiliki kedua kualitas ini dapat dianggap sebagai manusia yang tidak bernyawa. Setelah mendapatkan berbagai gelar pendidikan dan mengumpulkan kekayaan, apa sebenarnya yang telah dicapai manusia? Yang harus diupayakan untuk dicapai oleh setiap anggota keluarga adalah menumbuhkan dua nilai kebajikan ini yaitu kesabaran dan simpati. Pada hari ini, manusia membangun rumah dengan empat dinding dan menyebutnya dengan tempat tinggal. Namun, pada jaman dahulu tidaklah seperti itu. Lima atau enam keluarga hidup bersama dengan damai dalam sebuah gubuk kecil, dan itu benar-benar menjadi sebuah tempat tinggal. Ada banyak perbedaan diantara rumah dan tempat tinggal. Ketika ada sahana dan sahanubhuti diantara anggota keluarga, maka itu adalah tempat tinggal. Karena tidak adanya kedua nilai kebajikan ini, bhavanam (rumah) telah berubah menjadi vanam (hutan). 


- Divine Discourse, Oct 02, 2000

Tempat tinggal adalah ruang sakral bagi keluarga, dimana setiap anggota keluarga adalah tempat suci yang bergerak yang dipelihara dan dirawat.

No comments: