Sunday, February 8, 2026

Thought for the Day - 8th February 2026 (Sunday)



With determination, man can touch the sky and conquer the world. But today, man is losing this strength. What is the reason for this? He is losing his mastery over the senses. The more sensual he is, the lesser the lifespan. Today’s man is losing his physical strength and consequently destroying his inner strength completely. To remain immortal and retain youth, the power of the senses should be developed by controlling them. There should be no body-attachment. If on one hand, man loses control over the senses and on the other, he develops body-attachment, what then will be his plight? These two can be compared to two holes in a pot filled with water. Water filled in such a pot gets drained. Similarly, the pot of our heart is filled with the nectarous grace of God. Man has to foster his heart. But without forbearance and sympathy, he has drilled holes into it. Consequently, his lifespan has decreased. In this limited life span, what good deeds can he do? How can he work for the welfare of society? God-given strength should be utilised properly by Satsangam (Good Company), Satpravartana (Good conduct) and by Seva (Service). Only then can your strength improve.


- Divine Discourse, Oct 02, 2000

Man’s life, though sacred, virtuous, beautiful, and praiseworthy, is short. In this limited life span, man has to engage himself in good actions.

 

Dengan keteguhan hati, manusia dapat menyentuh langit serta menaklukkan dunia. Namun hari ini, manusia sedang kehilangan kekuatannya. Apa alasan penyebab dari keadaan ini? Jawabannya adalah karena manusia kehilangan kemampuan untuk menguasai indranya. Semakin besar manusia mengikuti hawa nafsunya maka semakin pendek masa hidupnya. Hari ini manusia kehilangan kekuatan fisiknya dan akibatnya juga menghancurkan kekuatan batinnya sepenuhnya. Agar bisa tetap abadi dan awet muda, kekuatan indra harus dikembangkan dengan mengendalikannya. Seharusnya tidak ada keterikatan pada tubuh. Jika pada satu sisi manusia kehilangan kendali pada indranya dan pada sisi lainnya mengembangkan keterikatan pada tubuh, maka apa yang akan menjadi penderitannya? Kedua bagian tadi dapat diibaratkan seperti bejana yang berisi air dengan memiliki dua lubang. Air yang ada dalam bejana akan terus mengalir keluar. Sama halnya, bejana dari hati kita terisi dengan anugerah Tuhan yang manis seperti nektar. Manusia harus memelihara hatinya. Namun karena manusia kehilangan ketabahan dan simpati, ia justru membuat lubang pada hatinya. Sebagai akibatnya, masa hidupnya menjadi menyusut dan berkurang. Dalam masa hidup yang terbatas ini, apa perbuatan baik yang dapat ia lakukan? Bagaimana ia dapat bekerja untuk kesejahtraan masyarakat? Kekuatan yang diberikan Tuhan harus digunakan dengan sebaik-baiknya dengan Satsangam (pergaulan suci), Satpravartana (perilaku luhur) dan dengan Seva (pelayanan). Hanya dengan demikian kekuatan anda meningkat.


- Divine Discourse, Oct 02, 2000

Hidup manusia, meskipun suci, luhur, indah dan patut dimuliakan, sesungguhnya sangat singkat. Dalam masa hidup yang terbatas ini, manusia harus menyibukkan dirinya dalam perbuatan yang luhur.

No comments: