Wednesday, February 4, 2026

Thought for the Day - 4th February 2026 (Wednesday)



Whether at home, or out in the street, or while travelling in a train, bus or plane, people are haunted by fear. The root cause for this ubiquitous fear is the absence of pure and sacred thoughts in the minds of people. The whole world appears like a maze filled with fear at every turn. The tragedy of Abhimanyu - son of Arjuna and hero of the Kurukshetra war, was that he knew how to enter the maze called Padma-vyuham, but he did not know how to get out of it. Likewise, you know how to enter the maze of worldly pleasures, but do not know how to get out of it. You will know the way out only when you submit your thoughts to the scrutiny of buddhi - the intellect. In the Kathopanishad, the body is compared to a chariot, the senses to horses, the mind to the reins, and the intellect to the charioteer. This means that the mind is in between the senses and the intellect. If the mind follows the dictates of the intellect, it will be safe. On the contrary, if it follows the whims and fancies of the senses, it will become a bond slave of the senses and a victim of endless sorrow and suffering. 


- Divine Discourse, May 24, 1990

The intellect must use its discriminative abilities and wean the mind away from bad thoughts. Otherwise, we are bound to grope in the darkness of ignorance. 


Baik di dalam rumah, atau di jalan, atau sedang dalam perjalanan di dalam kereta api, bus atau pesawat terbang, manusia dihantui dengan rasa takut. Akar penyebab dari ketakutan yang merajalela adalah karena tidak adanya pemikiran yang murni dan suci dalam pikiran manusia. Seluruh dunia tampak seperti labirin yang diliputi dengan rasa takut pada setiap sudutnya. Tragedi yang terjadi pada Abhimanyu – putra dari Arjuna dan pahlawan dalam perang Kurukshetra, dimana ia mengetahui cara memasuki labirin yang disebut dengan Padma-vyuham, namun ia tidak mengetahui cara keluar dari labirin tersebut. Sama halnya, anda mengetahui memasuki labirin kenikmatan duniawi, namun tidak mengetahui bagaimana cara keluar darinya. Anda akan mengetahui cara keluar hanya ketika anda menyerahkan pemikiran anda pada pemeriksaan mendalam dari buddhi - kecerdasan. Dalam naskah suci Kathopanishad, tubuh fisik diumpamakan sebagai sebuah kereta kuda, sedangkan indra adalah kuda-kudanya, pikiran adalah tali kekangnya, dan kecerdasan adalah kusirnya. Hal ini berarti bahwa pikiran ada diantara indra dan kecerdasan. Jika pikiran mengikuti arahan dari kecerdasan maka pikiran akan selamat dan aman. Sebaliknya, jika pikiran mengikuti keinginan dan dorongan dari indra, maka pikiran akan menjadi budak indra serta menjadi korban dari penderitaan serta kesedihan yang tiada akhir. 


- Divine Discourse, May 24, 1990

Kecerdasan harus menggunakan kemampuan memilahnya untuk menjauhkan pikiran dari pemikiran yang buruk. Jika tidak, kita akan terus meraba-raba dalam kegelapan ketidaktahuan.

No comments: