Neither by penance nor by pilgrimage nor by study of scriptures nor by japa (recitation of the names of God) can one cross the ocean of life. One can achieve it only by serving the pious. (Sanskrit Verse) Man need not resort to penance in order to realise God. He need not undertake pilgrimages either for liberation. How then can he cross the ocean of mundane worldly life? By serving pious people, it is said. Who has to serve? All have to serve. Everyone is a servant in this world. The child is the servant of the mother; the mother is the servant of the child. The husband is the servant of his wife, and the wife is his servant. The teacher is the servant of his students, and the students are the servants of their teacher. The government is the servant of its people, and the people are the servants of the government. Right from a king to a farmer, all are servants only. Looking at one’s wealth, one may consider oneself a master. But there is one and only one master. That is God; all others are servants only.
- Divine Discourse, Apr 30, 1997
Service is a lifetime programme, it knows no rest or respite. This body has been given so that you may devote its strength and skills to the service of fellowmen.
Bukan dengan pengekangan indera, bukan dengan mengunjungi tempat-tempat suci dan bukan juga dengan mempelajari naskah suci atau dengan japa (pengulangan nama suci Tuhan) seseorang dapat menyebrangi lautan kehidupan. Seseorang dapat mencapai tujuan ini hanya dengan melayani orang-orang yang saleh. (Sloka Sansekerta) Manusia tidak perlu melakukan pengendalian indera untuk bisa menyadari Tuhan. Manusia juga tidak perlu melakukan perjalanan suci untuk bisa mencapai pembebasan. Lantas bagaimana seseorang bisa menyebrangi lautan kehidupan duniawi ini? Dikatakan dengan melayani orang-orang yang saleh. Siapa yang harus melayani? Semua harus dilayani. Setiap orang adalah seorang pelayan di dunia ini. Anak adalah pelayan dari ibunya; ibu adalah pelayan bagi anaknya. Suami adalah pelayan bagi istrinya, dan sang istri adalah pelayan bagi suaminya. Guru adalah pelayan bagi murid-muridnya, dan para pelajar adalah pelayan bagi guru-guru mereka. Pemerintah adalah pelayan bagi rakyatnya, dan rakyat adalah pelayan bagi pemerintah. Mulai dari seorang raja sampai pada seorang petani, semua hanyalah pelayan. Dengan melihat pada kekayaan yang dimilikinya, seseorang bisa menganggap dirinya sebagai majikan. Namun hanya ada satu dan hanya satu majikan. Dan beliau adalah Tuhan; semua yang lain hanyalah pelayan.
- Divine Discourse, 30 April 1997
Pelayanan adalah program seumur hidup, pelayanan tidak mengenal masa istirahat atau jeda. Tubuh ini dianugerahkan agar anda bisa gunakan kekuatan dan dan ketrampilannya untuk melayani sesama manusia.
No comments:
Post a Comment