A mud pot is nothing but mud. Vessels made of gold are basically gold only and nothing else. We have emerged from God. Therefore, all of us are God only. Due to our body consciousness, we get into all kinds of trouble. What is this body? It is a perishable leather bag with nine holes, but not like a resplendent diamond. No fragrance but only foul smell emanates from it every moment. It is made up of flesh, blood, bones and faecal matter. Should we develop attachment with this body? When people achieve success, they attribute it to their capability; if they meet with failure, they attribute it to God’s Will. You can know the truth only when you recognise that everything happens by the Will of God, and whatever happens is good for you. Today, spiritual aspirants and devotees do not have this kind of faith. It is because of their part-time devotion. You should become full-time devotees. From dawn to dusk, do your duty with a firm conviction that all duties belong to God. Do your duty with love. Then only will you attain perfection.
- Divine Discourse, Apr 30, 1997
Do not limit God to your shrine. God is your life-breath.
Sebuah periuk tanah liat tiada lain adalah tanah liat. Bejana yang terbuat dari emas pada hakikatnya hanyalah emas dan bukan yang lainnya. Kita berasal dari Tuhan. Maka dari itu, semua dari kita sesungguhnya hanyalah Tuhan. Karena kesadaran pada Tubuh kita, kita mendapatkan berbagai jenis masalah. Apakah sebenarnya tubuh ini? Tubuh ini hanyalah tas kulit yang fana dengan sembilan lubang, namun sama sekali bukan berlian yang berkilauan. Tidak ada keharuman darinya, namun yang ada hanyalah bau tidak sedap yang keluar dari tubuh secara terus menerus. Tubuh terbuat dari daging, darah, tulang dan kotoran. Patutkah kita mengembangkan keterikatan pada tubuh ini? Ketika orang-orang mencapai keberhasilan, mereka menganggapnya sebagai hasil dari kemampuannya sendiri; namun jika mereka mendapatkan kegagalan, mereka menyebutnya sebagai kehendak Tuhan. Anda hanya bisa mengetahui kebenaran ketika anda menyadari bahwa segala sesuatu terjadi oleh kehendak Tuhan, dan apapun yang terjadi adalah baik untuk anda. Hari ini, para peminat spiritual dan bhakta tidak memiliki keyakinan seperti ini. Hal ini karena bhakti mereka hanya separuh waktu saja. Anda seharusnya menjadi bhakta sepenuh waktu. Mulai dari fajar hingga senja, jalankan kewajibanmu dengan keyakinan yang teguh bahwa semua kewajiban adalah milik Tuhan. Jalankan kewajibanmu dengan kasih. Hanya dengan demikian anda akan mencapai kesempurnaan,
- Divine Discourse, 30 April 1997
Jangan batasi Tuhan hanya pada ruang doamu saja. Tuhan adalah nafas hidupmu
No comments:
Post a Comment