Our sages gave no weight to money, fame, pleasures, power, physical or intellectual prowess, but only to dharma. Why? To them, dharma alone is the life-force of the world. Four purusharthas (goals of human life) are prescribed by the scriptures—Dharma, Artha (wealth), Kama (desire) and Moksha (liberation). The first is Dharma. Artha and Kama come after Dharma. Meaning, unless Artha and Kama are experienced in accordance with Dharma, they cause grief. Earn wealth with Dharma. Entertain only Dharmic desires. Only thus can we attain Moksha—This is the lesson of the four purusharthas. Unfortunately, Indians have renounced the foundation of Dharma, which is like the feet supporting the structure of human life. They have chopped off the head of Moksha. They live with the headless and footless body of Artha and Kama! Thus, India has lost Her splendour of righteousness. We must take a pledge to restore Dharma, to foster education promoting Dharma, and to revive the glory of India.
- Divine Discourse, Jun 02, 1991
It is a piece of good fortune to be born in this land and be heir to this grand heritage. Living up to its claims, developing it according to one’s capacity, is indeed greater fortune.
Para guru suci atau Rsi kita tidak pernah mengutamakan uang, ketenaran, kesenangan, kekuasaan, keunggulan fisik dan intelektual, namun hanya pada dharma. Mengapa? Bagi mereka, hanya dharma yang merupakan kekuatan hidup yang menopang dunia ini. Naskah suci kita menetapkan empat tujuan hidup manusia (purusharthas) yaitu : Dharma, Artha (kesejahtraan), Kama (keinginan) and Moksha (kebebasan). Bagian pertama adalah Dharma. Artha dan Kama muncul setelah Dharma. Hal ini berarti, apabila Artha dan Kama dijalani tanpa berlandaskan pada Dharma, maka keduanya menghasilkan penderitaan. Dapatkanlah kesejahtraan dengan berlandaskan Dharma. Penuhilah hanya keinginan yang selaras dengan Dharma. Hanya dengan demikian kita bisa mencapai Moksha – ini adalah pelajaran dari empat purusharthas. Sangat disayangkan, para penduduk Bharat telah meninggalkan landasan Dharma, yang ibarat kaki menopang struktur kehidupan manusia. Mereka juga telah memotong kepala Moksha. Akibatnya, para penduduk bharat hidup dengan tubuh Artha dan Kama tanpa adanya kepala dan kaki! Jadi, Bharat telah kehilangan keagungan dari kebajikan. Kita harus mengambil janji untuk memulihkan kembali Dharma, untuk mengembangkan pendidikan berlandaskan Dharma, dan untuk menghidupkan kembali kejayaan Bharat.
- Divine Discourse, Jun 02, 1991
Merupakan keberuntungan yang besar lahir di tanah suci ini dan menjadi pewaris dari warisan agung ini. Lebih besar lagi keberuntungan saat kita mampu menghayati, mengembangkan dan mewujudkan sesuai kemampuan kita masing-masing.
No comments:
Post a Comment