Ignorance is the main cause of man’s illusion; it is also the cause of man’s ego. When he has both ignorance and ego, he develops attachment. That’s followed by hatred. Altogether, these bind and imprison man. To attain freedom from this captivity, man must make efforts to get rid of ego, attachment, hatred, illusion and ignorance. The cause of man’s birth is his actions, and actions are the result of his attachment. For attachment, ego is responsible. Hence, ego creates all these! In fact, there should be no scope for ego at all. When we enquire, we will ourselves find that there is no basis for man’s ego! For example, see the world map. In it, Bharat appears to be small. In this country, Bharat, the state of Tamil Nadu is smaller. In Tamil Nadu, Dindigul district is still smaller. In this district, Kodaikanal is a very small place. In Kodaikanal, our house is a tiny speck. In our house, we are still smaller. So, in this vast universe, what are we, then? Where is the scope for your ego? If we have this broad vision, we will understand there is no scope for ego!
- Divine Discourse, Apr 08, 1993
The signs of the rise of Atma-jnanam (Self-knowledge) are the absence of Ahamkara and Mamakaram (feelings of I and Mine).
Ketidaktahuan (avidya) adalah penyebab utama dari khayalan manusia; ketidaktahuan juga menjadi penyebab timbulnya ego dalam diri manusia. Ketika manusia telah memiliki keduanya yaitu ketidaktahuan dan ego, maka manusia itu akan mengembangkan keterikatan. Dari keterikatan muncullah kebencian. Kesemuanya ini saling terkait dan mengikat satu dengan yang lainnya serta memenjarakan manusia. Untuk mencapai kebebasan dari belenggu ini, manusia harus melakukan usaha untuk menyingkirkan ego, keterikatan, kebencian, khayalan dan ketidaktahuan. Penyebab dari kelahiran manusia adalah tindakannya, dan tindakannya tersebut adalah hasil dari keterikatannya. Di balik keterikatan, ego adalah yang bertanggung jawab. Oleh karena itu, ego menciptakan semuanya ini! Sesungguhnya, tidak ada ruang sama sekali untuk ego. Ketika kita menyelidikinya dengan jujur, kita akan menemukan bahwa tidak ada dasar bagi ego manusia! Sebagai contoh, lihatlah peta dunia. Dalam peta, Bharat (India) kelihatan kecil. Di dalam negara Bharat, negara bagian Tamil Nadu adalah lebih kecil lagi. Dalam Tamil Nadu, kabupaten Dindigul lebih kecil lagi. Dalam kabupaten ini, Kodaikanal adalah sebuah tempat yang sangat kecil. Dalam Kodaikanal, rumah kita adalah sebuah titik sangat kecil sekali. Dalam rumah ini, keberadaan kita bahkan lebih kecil lagi. Jadi, di alam semesta yang begitu luas ini, apakah sebenarnya diri kita ini? Dimana ada ruang untuk egomu? Jika kita memiliki pandangan yang luas ini, kita akan mengerti bahwa sesungguhnya tidak ada tempat untuk ego!
- Divine Discourse, 08 April 1993
Tanda bangkitnya Atma-jnanam (Pengetahuan Diri Sejati) adalah lenyapnya Ahamkara dan Mamakaram (perasaan keakuan dan milikku).
No comments:
Post a Comment