An optimist and pessimist sees the thorn below the rose; the optimist, on the other hand, sees the rose flower. Pessimism and optimism both depend on drishti (vision or attitude). The two are closely related. Hopelessness arises out of faulty vision. The optimist and the pessimist walk on the same path. The optimist looks up and sees the sky and the stars, whereas the pessimist looks down and sees pits. Both are walking on the same road. But there is a difference in their vision and their points of view. Change your vision and see everything as God. Understand the difference between vision and spectacles. We see colours with our natural vision. With blue-coloured spectacles, everything appears blue. When you see the world with the spectacles of love, the entire world will appear to be full of love. Everything turns into love. Spectacles cover the eyes, but do not obstruct the vision. God is full of love. When you wear the spectacles of love, you see the correct colour and get the complete view.
- Divine Discourse, Apr 26, 1997
When you have the love-filled vision, the whole cosmos appears Brahma-mayam (permeated by Divinity). When you see the world with the physical eye, it appears as a bundle of miseries from birth to death
Seorang optimis dan pesimis memandang air yang ada dalam sebuah gelas. Optimis berkata bahwa gelasnya setengah penuh. Pesimis berkata bahwa gelasnya setengah kosong. Optimis penuh dengan kebahagiaan. Pesimis melihat duri pada bunga mawar; sebaliknya optimis melihat bunga mawar. Pesimis dan optimis keduanya tergantung pada cara pandang atau sikap (Drishti). Keduanya sangat erat kaitannya. Keputusasaan lahir dari cara pandang yang keliru. Sifat optimis dan pesimis berjalan di atas jalan yang sama. Optimis memandang ke atas dan melihat langit dan bintang, sedangkan pesimis memandang ke bawah dan melihat lubang-lubang di jalan. Keduanya sedang berjalan di jalan yang sama. Namun ada perbedaan pada cara pandang dan sudut pandang mereka. Karena itu, ubahlah cara pandangmu dan lihatlah segala sesuatunya sebagai Tuhan. Pahami perbedaan diantara pandangan dan kaca mata. Kita melihat warna sebagaimana adanya dengan penglihatan alami. Sedangkan dengan kaca mata berwarna biru, segala sesuatu kelihatan berwarna biru. Ketika anda memandang dunia dengan kaca mata kasih, seluruh dunia akan kelihatan penuh dengan kasih. Segala sesuatu berubah menjadi kasih. Kaca mata menutupi mata, namun tidak menghalangi penglihatan. Tuhan adalah penuh kasih. Ketika anda menggunakan kaca mata kasih, anda melihat warna yang sesungguhnya dan mendapatkan pandangan yang utuh.
- Divine Discourse, 26 April 1997
Ketika anda memiliki pandangan kasih, seluruh semesta tampak sebagai _Brahma-mayam_ (diliputi oleh Tuhan). Ketika anda melihat dunia dengan mata fisik, dunia terlihat sebagai rangkaian penderitaan dari kelahiran hingga kematian
No comments:
Post a Comment