Friday, January 30, 2026

Thought for the Day - 30th January 2026 (Friday)



When japam (repetition of a holy name) is systematically started by you, fixing your inner eye on the form which illustrates the name, you will meet with many obstacles, disquieting thoughts, and enticements. They should be ignored, bypassed, and treated lightly. Strengthen your habits, stick to your discipline, improve your inner administration; mix more in the company of the good and the godly. Some people condemn the six passions as dire enemies and advise you to eject them outright. But I would advise you to keep them with you as docile servants, useful for your purposes. Dislike those who slight the name of the Lord and tell you that it is a hollow, meaningless sound; dislike them so much that you avoid them forever! Attachment can be used to fix your heart on the Lord; be fascinated by the overwhelming beauty of His form, reflected in all the loveliness of nature. Kama (desire) is not a vice, for it is given the status of one of the goals of human endeavour (Purushartha). Develop desire, but not for the material, the momentary. Desire for the deathless, the indestructible - the desire for the steady development of faith in the shastras (holy scriptures), as a means to this. 


- Divine Discourse, Nov 21, 1962

The divine name saves and liberates! It is the armour against the onslaughts of pride and self-pity! 


Ketika anda mulai melakukan japam (pengulangan nama suci Tuhan) secara teratur, dengan memusatkan mata batin pada wujud yang melambangkan nama suci tersebut, anda akan mendapatkan banyak halangan, pikiran-pikiran yang mengganggu, kegelisahan dan godaan. Semuanya itu harus diabaikan, dilewati saja dan diperlakukan tidak penting. Perkuatlah kebiasaanmu, teguhlah dalam disiplinmu, tingkatkan pengelolaan batinmu; perbanyak bergaul dengan mereka yang baik. Beberapa orang menganggap enam nafsu sebagai musuh besar dan memperingatkanmu untuk disingkirkan sepenuhnya. Namun Aku ingin menasehatimu untuk mempertahankan enam nafsu itu sebagai pelayan yang jinak dan patuh, yang dapat digunakan untuk tujuanmu yang benar. Jauhi mereka yang meremehkan nama suci Tuhan dan mengatakan padamu bahwa nama suci Tuhan bersifat kosong tanpa makna; jauhi mereka sedemikian rupa sehingga anda tidak lagi bergaul dengan mereka selamanya! Keterikatan dapat digunakan untuk mengikatkan hatimu pada Tuhan; biarkan dirimu menjadi terpikat oleh keindahan wujud-Nya yang agung, yang terpantul dalam semua keindahan alam. Kama (keinginan) bukanlah keburukan, karena keinginan merupakan salah satu tujuan hidup manusia (Purushartha). Kembangkan keinginan, namun bukan keinginan pada hal-hal duniawi yang bersifat fana dan sementara. Miliki keinginan untuk yang bersifat kekal dan abadi – yaitu keinginan untuk menumbuhkan dan memantapkan keyakinan pada naskah suci (shastras), sebagai sarana untuk mencapainya. 


- Divine Discourse, Nov 21, 1962

Nama suci Tuhan menyelamatkan dan membebaskan! Nama suci Tuhan adalah perisai pelindung terhadap serangan gencar dari kesombongan dan mengasihani diri sendiri!

No comments: