Man does not mean the body alone. Man also has the mind, the intellect, and the Atma. It is the combination of all these that constitutes true humanness. When the balance among these four constituents is upset, man is plunged into troubles. When man maintains the balance among these four, the nation will prosper. The transformation of man is based on the transformation of his mind. When men are transformed, the nation is transformed. When nations change, the world is transformed. Hence, if the world must be changed, there must be a mental transformation at the individual level. The human mind should be filled with love. The mind is a remarkable entity. When it is filled with wisdom, it makes a man a saint. When it is associated with ignorance, it turns into an agent of death. Hence, it has been declared that the mind is the cause of human bondage or liberation. All changes in education and other spheres must begin with the transformation of the mind.
- Divine Discourse, Feb 13, 1997
The chaos and the confusion, the agony and the agitation that we witness in the country today are nothing but the manifestation of the distorted mind
Manusia tidak hanya terkait tubuh fisik saja. Manusia juga memiliki pikiran, kecerdasan dan Atma. Perpaduan dari semuanya ini yang menyusun kemanusiaan yang sejati. Ketika keseimbangan diantara keempat ini mengalami gangguan maka manusia akan mendapatkan masalah. Ketika setiap individu menjaga kesiembangan diantara keempat penyusun ini maka bangsa akan menjadi sejahtera. Perubahan pada manusia didasarkan pada pikirannya. Ketika setiap individu berubah maka bangsa akan berubah. Ketika bangsa berubah maka dunia juga akan berubah. Oleh karena itu, jika dunia harus berubah maka harus ada perubahan batin dalam setiap individu. Pikiran manusia seharusnya diliputi dengan kasih. Pikiran adalah kekuatan vital yang luar biasa. Ketika pikiran diliputi dengan kebijaksanaan, maka pikiran ini akan membuat manusia menjadi seorang yang suci. Namun ketika pikiran diliputi dengan ketidaktahuan maka pikiran berubah menjadi agen kematian. Karena itu, telah dinyatakan bahwa pikiranlah yang menjadi penyebab keterikatan atau pembebasan pada manusia. Semua perubahan dalam pendidikan atau bidang lainnya harus dimulai dengan perubahan dalam pikiran.
- Divine Discourse, Feb 13, 1997
Kekacauan dan kebingungan, penderitaan dan kegelisahan yang kita saksikan di negeri kita saat ini, tiada lain adalah wujud dari pikiran yang menyimpang
No comments:
Post a Comment