Consider this example: Here is a person whose form can be described in terms of various physical features. But, does this description in terms of height and weight reveal anything about his internal qualities like forbearance, peacefulness, compassion, love, and sacrifice? Are these qualities not very real and significant? He is prized mainly for these qualities, not for his physical features. To judge him only in physical terms is meaningless. His formless virtues are more important. When one is judged on the basis of his qualities, the form is irrelevant. The utter ridiculousness of judging a person solely on the basis of his physical form was demonstrated by Sage Ashtavakra to the learned pundits in Emperor Janaka’s court. When all of them laughed on seeing the crooked figure of Ashtavakra, the sage laughed even louder at all of them. When they asked him for an explanation, he told them that the scholars who laughed at his deformed figure were no better than cobblers who judged things by the nature of the skin. Ashtavakra told them, punditah samadarshinah (the truly wise person sees the Divine in all beings). “I laughed at all of you because I wondered how the Emperor happened to esteem you all as scholars.” This means that those who judge anything on the basis of the external form are utterly foolish.
- Divine Discourse, Mar 7, 1997
Let us not be carried away by the “seen.” We must make efforts to perceive the “seer.”
Perhatikan contoh ini: ada seseorang yang mana bentuknya dapat dijelaskan melalui berbagai ciri fisiknya. Namun, apakah penjelasan fisik ini yang berkaitan dengan tinggi dan berat badan dapat mengungkapkan semua tentang kualitas batinnya seperti ketabahan, kedamaian, welas asih, kasih, dan pengorbanan? Bukankah kualitas-kualitas yang disebutkan tadi sangat nyata dan bermakna? Seseorang dihargai terutama karena kualitas-kualitas ini, dan bukan pada ciri fisiknya. Dengan menilai seseorang hanya pada ciri fisiknya adalah tidak ada gunanya. Karena nilai-nilai luhur dalam dirinya yang tidak berbentuk adalah jauh lebih penting. Ketika seseorang dinilai pada nilai luhurnya ini maka bentuk fisiknya menjadi tidak relevan. Benar-benar sebuah kekonyolan menilai seseorang hanya berdasarkan pada bentuk fisiknya yang pernah ditunjukkan oleh Rsi Ashtavakra kepada para cendekiawan di istana Raja Janaka. Ketika semua cendekiawan menertawakan bentuk fisik yang bengkok dari Rsi Ashtavakra, reaksi dari Rsi Ashtavakra malah tertawa lebih keras pada semua cendekiawan tersebut. Ketika mereka meminta penjelasan, Rsi Ashtavakra mengatakan pada mereka bahwa cendekiawan yang menertawakan bentuk fisiknya adalah tidak lebih baik daripada tukang sol sepatu yang menilai sesuatu pada kulitnya saja. Rsi Ashtavakra mengatakan pada mereka, punditah samadarshinah (seseorang yang benar-benar bijaksana melihat kualitas ketuhanan dalam semua makhluk). “Aku menertawakan anda semuanya karena aku heran bagaimana raja menganggap anda semuanya sebagai terpelajar.” Hal ini berarti bahwa mereka yang menilai sesuatu atas dasar pada wujud luarnya adalah benar-benar bodoh.
- Divine Discourse, Mar 7, 1997
Janganlah kita terhanyut pada “apa yang terlihat”. Kita harus berusaha untuk menyadari sang “saksi abadi - Atma”.
No comments:
Post a Comment