A heart without love is a cemetery. Love demonstrates the existence of the Divine. It is all-pervasive. It is the basis for human unity. Only when selfishness goes, and faith in the Divine grows, will human unity be achieved. Hence, every human being should fill his heart with love. God is love; Love is God. Love is linked to love. When one is full of love, He is qualified for the state of Non-dualism or oneness with God (Poem). It is most vital for everyone to recognise and practice this Love Principle. This Love exists in good and bad, in the forest and in a palace, in attachment and in separation, in one’s conduct as well as in one’s speech, in the mind as well as in action. It is all-pervasive. The most powerful weapon to destroy the forces of evil rampant in the world today is love. Unfortunately, men are not pursuing the right path to acquire this sacred love. Love is the seed of love. It is also the branch, the flower, and the fruit! To enjoy the fruit of love, one must practice love!
-- Divine Discourse, Nov 23, 1996
Love is Righteousness. Love is Truth. The universe is based on love.
Hati yang tanpa adanya kasih adalah sebuah kuburan. Kasih adalah bukti keberadaan Tuhan. Kasih bersifat meresapi segalanya dan merupakan dasar dari kesatuan umat manusia. Hanya ketika sifat mementingkan diri sendiri lenyap, dan keyakinan pada Tuhan tumbuh, kesatuan manusia dapat terwujud. Karena itu, setiap manusia hendaknya memenuhi hatinya dengan kasih. Tuhan adalah kasih; Kasih adalah Tuhan. kasih hanya dapat terhubung dengan kasih. Ketika seseorang penuh dengan kasih, maka ia layak mencapai keadaan tanpa dualitas, yaitu kesatuan dengan Tuhan (syair). Sangat penting bagi setiap orang untuk memahami dan mempraktikkan prinsip kasih ini. Kasih ini hadir dalam yang baik maupun yang buruk, di hutan maupun di istana, dalam kebersamaan maupun perpisahan, dalam perilaku maupun ucapan, di dalam pikiran maupun tindakan. Kasih meresapi semuanya. Senjata yang paling ampuh dalam menghancurkan kekuatan jahat yang merajalela di dunia saat ini adalah kasih. Namun sayangnya, manusia belum menempuh jalan yang benar untuk memperoleh kasih suci tersebut. Kaish adalah benih dari kasih itu sendiri. Kasih juga adalah cabang, bunga, dan buahnya. Jika ingin menikmati buah dari kasih, maka seseorang harus mempraktikkan kasih dalam hidupnya!
-- Wacana Swami, 23 November 1996
Kasih adalah kebajikan. Kasih adalah kebenaran. Alam semesta di dasarkan pada kasih.
No comments:
Post a Comment