Thursday, May 21, 2026

Thought for the Day - 21st May 2026 (Thursday)



Pride, conceit, passionate (rajasik) exhibition of one’s superiority, anger, craving to know unsubstantiated details of strengths and weaknesses of others, trickery—all these are obstacles in the path of meditation (dhyanam). Even if these are not patently exhibited, the inner impulses (vasanas) urging one along these wrong directions are latent in the mind. As a room kept closed for a long time is found dust-ridden and foul-smelling when it is opened, and as it becomes clean and habitable after elaborate sweeping and dusting, so too, the mind must be completely cleansed of its impurities (malinya) by the power of meditation. The spiritual aspirant must, by inward observation, examine the mind and its contents and condition. By proper disciplinary habits, accumulated impurities should be removed little by little, systematically. Conceit is deep-rooted and unyielding. In the rajasik (passionate) mind, it puts forth multifold branches in all directions and spreads everywhere. It might appear to be dry and dead for some time, but it will sprout again easily. As soon as a chance arises for its exhibition, it will raise its hood.  


-- Dhyana Vahini, Ch 14

If we are able to control anger, we shall be in a position to attain merit through the utterance of the Lord’s name


Kesombongan, keangkuhan, kecenderungan memamerkan kelebihan diri secara berlebihan karena sifat rajasik (penuh gairah dan ego), kemarahan, sangat ingin mengetahui detail yang tidak berdasar tentang kekuatan dan kelemahan orang lain, tipu daya, semuanya merupakan hambatan dalam jalan meditasi (dhyana). Walaupun sifat-sifat itu tidak selalu tampak secara nyata, dorongan batin (vasana) yang mengarahkan seseorang ke arah yang salah tersebut terpendam dalam pikiran. Seperti sebuah ruangan yang tertutup lama akan dipenuhi debu dan bau tidak sedap ketika dibuka, namun dapat kembali bersih dan layak dihuni setelah dibersihkan dengan sungguh-sungguh secara menyeluruh, demikian pula pikiran harus disucikan sepenuhnya dari segala kekotorannya (malinya) melalui kekuatan meditasi. Seorang pencari spiritual harus, melalui pengamatan batin, memeriksa keadaan pikiran serta isi dan kondisinya. Dengan kebiasaan disiplin yang baik, kotoran yang menumpuk harus dihilangkan sedikit demi sedikit dan secara sistematis.  Keangkuhan adalah sifat yang sangat dalam akarnya dan sulit dihilangkan. Dalam pikiran yang dikuasai sifat rajasik, keangkuhanakan tumbuh dengan banyak cabang dan menyebar ke segala arah. Kadang sifat itu tampak seperti telah kering dan mati, tetapi sebenarnya dapat tumbuh kembali dengan mudah. Begitu ada kesempatan untuk muncul, ia akan segera mengangkat kepalanya kembali.  


-- Dhyana Vahini, Ch 14

Jika kita mampu mengendalikan amarah, maka kita akan berada dalam keadaan yang memungkinkan untuk memperoleh pahala melalui pengucapan nama Tuhan. 

No comments: