Sunday, May 31, 2026

Thought for the Day - 31st May 2026 (Sunday)



Discipline must be followed while practising dhyanam (meditation). In fact, following discipline is the most important and essential thing for meditation. If the spiritual aspirant follows discipline well, he can achieve success quickly. Dhyanam (Meditation) is a first-class cure for Bhava-roga (Illness of worldly existence). Along with it, there is another important thing which needs to be cultivated; its name is ‘Trupti’ (Contentment). If there is contentment in the mind, one enjoys an endless celebration. Desires make the mind waver; desire is like an all-consuming fire in the body, which will destroy man, slowly and surely. The antidote to desire is contentment. The joy of contentment is the royal road to meditation. Just as a traveller who has trudged along for miles in the scorching sun feels calm and refreshed when he takes a bath in the limpid waters of a cool and shady lake, so too the unfortunate individual struggling in the scorching heat of desires feels happy and relieved fully when he bathes in the lake of contentment.


- Dhyana Vahini, Ch 14

One who wishes to realise the Divine should cultivate contentment.


Disiplin harus ditegakkan saat mempraktikkan dhyanam (meditasi). Bahkan, menegakkan disiplin adalah hal yang paling penting dan mendasar bagi meditasi. Jika seorang peniti jalan spiritual (spiritual aspirant) menjaga disiplin dengan baik, ia dapat mencapai keberhasilan dengan cepat. Dhyanam (Meditasi) adalah obat paling utama untuk menyembuhkan Bhava-roga (penyakit keterikatan duniawi). Di samping itu, ada hal penting lainnya yang perlu ditumbuhkan; namanya adalah ‘Trupti’ (Kepuasan batin). Jika ada kepuasan di dalam pikiran, seseorang akan menikmati kebahagiaan yang tiada putusnya. Keinginan-keinginan membuat pikiran bimbang; keinginan bagaikan api yang menghanguskan di dalam tubuh, yang akan menghancurkan manusia secara perlahan namun pasti. Obat penawar bagi keinginan adalah kepuasan batin. Sukacita dari kepuasan batin adalah jalan utama menuju meditasi. Sama seperti seorang musafir yang telah berjalan bermil-mil di bawah terik matahari merasa tenang dan segar kembali saat membasuh diri di air jernih dari danau yang sejuk dan rindang, demikian pula jiwa yang malang yang sedang berjuang di tengah panasnya kobaran keinginan akan merasa bahagia dan terbebas sepenuhnya saat ia membasuh diri di dalam danau kepuasan batin.



Dhyana Vahini, Bab 14

Ia yang rindu untuk menyadari Keilahian harus menumbuhkan kepuasan batin.

No comments: