Monday, June 1, 2026

Thought for the Day - 1st June 2026 (Monday)



There is a lot of difference between charity and sacrifice. Some people, however, do not observe any difference between them. This is a great mistake. People may give a little bit in charity of what they have, keeping almost their entire wealth intact to fulfil their selfish ends. There is selfishness and self-interest in this act of charity. But there is not even an iota of selfishness in an act of sacrifice. Sacrifice lies in giving to others what you like most and love dearly. What is it that is dearest to man? That is his life. Nothing else is dearer to man than his life. What then is the real meaning of sacrifice? It means to give even one’s own life for the sake of others. Many people boast that they have performed a great act of sacrifice by giving their land in charity to others. But actually, they may have done it for the sake of name and fame. It is not a sacrifice in the true sense. “Immortality is not attained through action, progeny or wealth; it is attained only by sacrifice” - this is one of the most important teachings of Indian culture. True sacrifice is changeless and matchless. It makes a man immortal. The body is unreal and mortal. It is bound to perish and disintegrate. But Atma is imperishable, eternal, changeless, and immortal. One can have the experience of the immortal Atma only through sacrifice.


-- Divine Discourse, , Jun 28, 1996

Tyaga (sacrifice) is the readiness to part, with a smile, the things which one loves, including one’s life itself.


Ada perbedaan yang sangat besar antara amal dan pengorbanan. Namun banyak orang tidak mengamati perbedaan tersebut. Ini adalah kekeliruan yang serius. Seseorang dapat memberikan sebagian kecil dari hartanya sebagai amal, sementara sebagian besar kekayaannya tetap disimpan untuk memenuhi kepentingan dan tujuan dirinya. Dalam tindakan amal seperti ini masih terdapat unsur kepentingan diri dan egoisme. Sebaliknya, dalam pengorbanan tidak ada sedikit pun unsur keegoisan. Pengorbanan berarti memberikan kepada orang lain sesuatu yang paling engkau sukai dan paling berharga. Lalu, apakah yang paling berharga bagi manusia? Tidak ada yang lebih berharga daripada hidupnya sendiri. Oleh karena itu, makna tertinggi dari pengorbanan adalah kesediaan untuk menyerahkan bahkan hidup sendiri demi kebaikan dan kesejahteraan orang lain. Banyak orang membanggakan diri karena telah menyumbangkan tanah atau hartanya dan menganggap itu sebagai pengorbanan besar. Namun sering kali tindakan tersebut dilakukan demi nama baik, penghargaan, atau ketenaran. Jika masih ada motif seperti itu, maka tindakan tersebut belum dapat disebut sebagai pengorbanan sejati. "Keabadian tidak dicapai melalui perbuatan, keturunan, ataupun kekayaan; keabadian hanya dicapai melalui pengorbanan” – ini adalah salah satu ajaran penting dalam budaya spiritual India. Pengorbanan yang sejati bersifat tidak berubah dan tidak tertandingi. Pengorbanan itulah yang mengangkat manusia menuju keabadian. Tubuh bersifat sementara dan suatu hari akan hancur. Namun Atma adalah kekal, tidak berubah, tidak dapat binasa, dan abadi. Pengalaman akan Atma yang abadi hanya dapat dicapai melalui pengorbanan.


-- Wejangan Sai, 28 Juni 1996

Tyaga (pengorbanan) adalah kesiapan untuk melepaskan dengan senyuman hal-hal yang paling dicintai, bahkan bila itu adalah hidupnya sendiri.

No comments: