It is generally thought that artha (the second Purushartha) refers to wealth, worldly possessions, and property. God-awareness is the real artha. This awareness means wealth of knowledge and not money or currency notes. Experiencing Divinity is in itself artha. This is what we have to attain and propagate. Contrary to popular belief, kama refers to the desire to attain liberation and not the worldly objects that are of a temporary nature. People do not understand the real meaning of kama and associate it with worldly pleasures and mundane desires. They should understand the real meaning of these terms, recognise the true goal of life and spread this knowledge. Moksha (liberation) is a state which is devoid of entry and exit, birth and death. Adi Shankara said, “There is an endless cycle of birth and death, and one has to stay in the mother’s womb again and again. This ocean of worldliness is difficult to cross. Oh compassionate Lord, protect me with Your boundless grace". He advised a scholar, “Oh foolish man! Worship Govinda, when the God of death beckons you, your knowledge of grammar will not help you in any way”. What is the way to moksha? Always remember God and meditate upon Him. Tread the sacred path and attain the highest divine state where there is no birth and death.
-- Divine Discourse, May 01, 1997
Man can realise God only through love for God. No amount of power and wealth can help man to attain the Divine.
Pada umumnya berpikir bahwa artha (Purushartha kedua) dipahami sebagai kekayaan, harta benda, dan kepemilikan duniawi. Namun, kesadaran Tuhan adalah artha yang sesungguhnya. Kesadaran ini merupakan kekayaan berupa pengetahuan dan bukan sekadar uang atau harta materi. Mengalami keilahian itu sendiri merupakan kekayaan yang harus dicapai dan dibagikan. Berlawanan dengan pemahaman umum, kama mengacu pada hasrat untuk mencapai pembebasan dan bukan pada keinginan terhadap kenikmatan duniawi yang bersifat sementara. Banyak orang tidak memahami makna sejati dari kama dan hanya menghubungkannya dengan kesenangan indria serta keinginan duniawi. Oleh karena itu, manusia harus memahami arti sebenarnya dari istilah-istilah ini, mengenali tujuan hidup yang sejati, dan menyebarkan pemahaman tersebut. Moksha (pembebasan) adalah keadaan yang terbebas dari masuk dan keluar, terbebas dari kelahiran dan kematian. Adi Shankara mengungkapkan: “ada siklus perputaran kelahiran dan kematian tanpa akhir dan harus berulang kali tinggal di dalam kandungan seorang ibu. Samudra kehidupan duniawi ini sangat sulit diseberangi. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih, lindungilah aku dengan anugerah-Mu yang tak terbatas.” Beliau juga menasihati seorang sarjana: “wahai manusia yang bodoh, pujalah Govinda. Ketika kematian datang menghampirimu, pengetahuan tata bahasa tidak akan dapat menolongmu.” Lalu, apakah jalan menuju moksha? Selalu mengingat Tuhan dan bermeditasi kepada-Nya. Menapaki jalan yang suci, dan mencapai keadaan Ilahi yang tertinggi, yaitu keadaan yang bebas dari kelahiran dan kematian.
-- Wejangan Sai, 01 Mei 1997
Manusia dapat menyadari Tuhan hanya melalui kasih kepada Tuhan. Tidak ada kekuasaan, dan kekayaan yang dapat membantu manusia mencapai Tuhan.
No comments:
Post a Comment