One who pursues knowledge in the world may be a student or a scholar. But he cannot thereby become a jnani (wise one). There is a big difference between the scholar and the jnani. Ravana had mastered 64 categories of knowledge, while Sri Rama had studied only 34 categories. Although Ravana had studied more subjects than Sri Rama, Valmiki described Ravana as a murkha (an irrational person). Why was Ravana dubbed as murkha? Because, despite his mastery of all skills and arts, he was a slave of his senses. The one who is a slave of his senses is a fool who has lost his reason. Rama was not dominated by his senses. He was their sovereign. The difference between Rama and Ravana can be seen in three aspects: Sarvaloka hite ratah (one who rejoices in the welfare of the whole world); Sarva jnana sampannah (endowed with all wisdom); Sarve samudita gunaihi (one who is filled with all the virtues). Rama promoted the welfare of the world by adhering to Truth and setting an example in righteous conduct.
-- Divine Discourse, Jun 15, 1989
For accomplishing anything in the world, three things are essential: one, mastery over the senses; two, control over the mind; three, maintaining perfect bodily health.
Seseorang yang menuntut ilmu di dunia adalah seorang pelajar atau seorang cendekiawan. Namun, hal itu belum tentu menjadikannya seorang jnani, yaitu pribadi yang memiliki kebijaksanaan sejati. Ada perbedaan besar antara seorang cendekiawan dan seorang yang benar-benar bijaksana (jnani). Ravana menguasai 64 cabang ilmu pengetahuan, sedangkan Sri Rama hanya mempelajari 34 cabang ilmu. Meskipun Ravana menguasai lebih banyak ilmu daripada Sri Rama, Maharsi Valmiki tetap menyebut Ravana sebagai murkha, yaitu orang yang tidak rasional. Mengapa Ravana disebut demikian? Karena meskipun ia menguasai begitu banyak ilmu, keterampilan, dan seni, ia menjadi budak bagi indra-indranya. Orang yang diperbudak oleh hawa nafsu dan indra adalah orang yang kehilangan akal dan kebijaksanaan. Sebaliknya, Rama tidak dikuasai oleh indra-indranya. Beliaulah penguasa atas indra-indranya. Perbedaan antara Rama dan Rahwana dapat dilihat melalui tiga sifat utama: Sarvaloka hite ratah (seseorang yang bersuka cita atas kesejahteraan seluruh dunia). Sarva jnana sampannah (seseorang yang diberkati dengan kebijaksanaan yang utuh dan menyeluruh). Sarve samudita gunaih (seseorang yang diliputi dengan segala kebajikan dan karakter mulia). Sri Rama mewujudkan kesejahteraan dunia dengan berpegang teguh pada Satya (Kebenaran) dan memberikan teladan hidup yang sesuai dengan Dharma (kebenaran dan kebajikan).
-- Wejangan Sai, 15 Juni 1989
Untuk mencapai keberhasilan apapun di dunia, ada tiga hal yang mutlak diperlukan: pertama, mampu menguasai indra; kedua, mampu mengendalikan pikiran; dan ketiga, menjaga kesehatan tubuh dengan baik.
No comments:
Post a Comment