There is no word which can successfully convey the depth and the amplitude of meaning contained in the word - Dharma. Words like ‘right action’ and ‘righteous living’ are only translations which do no justice to the original meaning. Only Dharma is the equivalent of the word Dharma. Many people have mistaken Dharma for religion. But ‘religion’ does not convey the infinitude of meaning latent in the word - Dharma. Dharma is an ocean, whereas religion is a lake. While the scope and significance of a religion is confined to a certain number of people following a certain creed, Dharma is universal in scope, transcending race and religion. Dharma belongs to all. It is a belief common in the West that everybody has certain rights. But on the contrary, the Indian belief is that everybody has certain Dharmas to perform. But rights and Dharma are related. When the parents discharge their Dharma, the rights of the children grow; when the children perform their Dharma, the rights of the parents grow. Similarly, when the teachers discharge their duties, the rights of the students will grow. When the students discharge their duties properly, the rights of the teachers will grow.
-- Divine Discourse, Jun 03, 1993
Dharma (virtuous conduct) purifies the mind and leads you to God. It creates a taste for the Name and the Form of God.
Tidak ada satu kata pun yang dapat sepenuhnya menyampaikan kedalaman dan keluasan makna yang terkandung dalam kata Dharma. Kata seperti perbuatan benar dan kehidupan yang bermoral hanyalah terjemahan yang belum mampu menggambarkan makna Dharma secara utuh. Sesungguhnya, hanya Dharma yang dapat menjadi padanan dari kata Dharma itu sendiri. Banyak orang keliru menganggap Dharma sama dengan agama. Namun, istilah “agama” tidak dapat mencakup keluasan makna yang terkandung dalam Dharma. Dharma bagaikan samudra, sedangkan agama bagaikan sebuah danau. Lingkup agama biasanya terbatas pada sekelompok orang yang mengikuti suatu keyakinan atau tradisi tertentu, sedangkan Dharma bersifat universal, melampaui batas ras, dan agama. Dharma adalah milik semuanya. Dalam pandangan Barat, terdapat pemahaman bahwa setiap orang memiliki hak-hak tertentu. Sebaliknya, dalam kebijaksanaan India, setiap orang memiliki Dharma tertentu yang harus dijalankan. Namun, hak dan Dharma sebenarnya saling berkaitan. Ketika orang tua melaksanakan Dharma mereka, hak anak-anak akan terpenuhi. Ketika anak-anak menjalankan Dharma mereka, hak orang tua pun akan terpenuhi. Sama halnya, ketika guru melaksanakan kewajibannya, hak para murid akan terpenuhi. Sebaliknya, ketika murid menjalankan tanggung jawabnya dengan sungguh-sungguh, hak para guru pun akan terpenuhi.
-- Wejangan Sai, 03 Juni 1993
Dharma (perilaku luhur) menyucikan pikiran serta menuntun manusia menuju Tuhan. Dharma menumbuhkan kecintaan kepada Nama dan Wujud Tuhan.
No comments:
Post a Comment