When a person suffers from a severe stomachache due to appendicitis, the doctor operates upon him and removes the appendix. Can we say, the doctor is cruel when he cuts the stomach of a patient? No, no. He cuts his stomach out of his compassion for the patient. The pain inside the body has to be cured by causing pain to the body from outside. Similarly, the tests given by God are only to help man to bear the consequences of his actions. Everything God does is for the good of man and not to harm him. Why? God is absolutely selfless, without selfishness and self-interest; in fact, He actually does not know what selfishness and self-interest are. Some people attribute partiality, selfishness and self-interest to even acts of God. It is only their imagination. This imagination is the cause of their delusion. So long as your heart is filled with bhrama (delusion), you cannot experience Brahma (God)! You cannot have thoughts of Brahma unless you drive away bhrama from your heart! Your heart has only a single chair in it. It is neither a double-seated sofa nor a musical chair! When you remove bhrama from your heart, Brahma will occupy it. It is not possible to make bhrama and Brahma sit on the same chair in your heart. But due to the impact of Kali Yuga, people are trying to make both of them sit on the same chair! They may make any amount of effort, but Brahma will not enter their heart so long as bhrama is there!
-- Wejangan Sai, Jun 28, 1996
Love always gives and never receives. Such selfless Love is only with God.
Ketika seseorang menderita karena mengalami sakit perut yang parah akibat radang usus buntu, dokter melakukan operasi untuk mengangkat usus buntu tersebut. Apakah kita dapat mengatakan bahwa dokter itu kejam karena ia menyayat tubuh pasien? Tentu tidak. Ia melakukan tindakan itu karena kasih sayang dan kepeduliannya terhadap pasien. Rasa sakit yang ada di dalam tubuh harus disembuhkan melalui tindakan yang dapat menimbulkan rasa sakit dari luar. Demikian pula, berbagai ujian yang diberikan Tuhan sesungguhnya bertujuan untuk membantu manusia menjalani dan menyelesaikan akibat dari perbuatannya sendiri. Apa pun yang Tuhan lakukan adalah demi kebaikan manusia, bukan untuk menyakiti manusia. Mengapa demikian? Karena Tuhan adalah kasih yang sepenuhnya tanpa pamrih, bebas dari ego, dan kepentingan pribadi; bahkan Tuhan tidak mengenal sifat mementingkan diri sendiri atau kepentingan pribadi. Namun, beberapa orang-orang yang menganggap bahwa Tuhan bersikap tidak adil, pilih kasih, atau memiliki kepentingan tertentu dalam tindakan-Nya. Anggapan tersebut hanyalah imajinasi mereka. Imajinasi ini adalah penyebab dari delusi mereka. Selama hatimu diliputi dengan bhrama (delusi) maka engkau tidak bisa mengalami Brahma (Tuhan)! Selama delusi masih menguasai hati, pikiran tidak akan dapat tertuju kepada Brahman. Hati manusia hanya memiliki satu tempat duduk. Hati bukanlah sofa yang dapat diduduki dua orang sekaligus ataupun kursi berpindah. Ketika bhrama dikeluarkan dari hati, maka Brahma akan bersemayam di dalamnya. Bhrama dan Brahma tidak mungkin menempati tempat yang sama dalam hati manusia. Akan tetapi, karena pengaruh Kali Yuga, manusia mencoba mempertahankan keduanya secara bersamaan. Sebesar apa pun usaha seseorang, Brahman tidak akan hadir di dalam hati selama masih ada delusi di sana.
-- Wejangan Sai, 28 Juni 1996
Kasih sejati selalu memberi dan tidak pernah menuntut balasan. Kasih tanpa pamrih seperti itu hanya dimiliki oleh Tuhan.
No comments:
Post a Comment