Kuchela went to Krishna to ask for many material gifts. But on seeing the Divine face of Krishna, he forgot all his desires. On his return to his native village, he found that big mansions had sprung up at the spot of his old dwelling. Kuchela’s wife came out, finely dressed and wearing many ornaments, and greeted her husband with the remark: “Lord, see what wonderful things Shri Krishna has given to you.” Kuchela looked at everything and said: “I did not ask Bhagawan for anything. I did not speak to him about our domestic situation. Is it necessary for me to say anything to the omnipresent, all-knowing Lord?” Kuchela then described in detail to his wife how Krishna had received him in His palace and how He hugged Kuchela to His bosom and showered His love on him. “How can I describe His loving kindness? Is there anyone like him who can confer all prosperity on one after receiving a fistful of parched rice? He is Love incarnate, and Love is He.” Today, the devotee behaves differently towards God. He goes with a mountain of desires to the temple and offers a small coconut. This is not what you should offer to God. What you should offer is a pure, unsullied heart.
-- Divine Discourse, Apr 15, 1995
God needs nothing for Himself. Whatever you offer is for your own sake.
Kuchela pergi menemui Krishna untuk memohon agar mendapatkan banyak benda-benda material sebagai hadiah. Namun ketika melihat kecemerlangan wajah Krishna, ia lupa semua keinginannya. Pada ia kembali pulang ke desanya, Kuchela mendapatkan rumah besar telah berdiri di tempat kediamannya yang lama. Istri Kuchela keluar dari rumah besar itu, berpakaian dengan rapi dan mengenakan banyak perhiasan, lalu menyapa suaminya dengan berkata: “suamiku, lihatlah betapa banyak hal menakjubkan yang telah diberikan Sri Krishna kepadamu.” Kuchela memandang semuanya dan berkata: “saya tidak meminta apapun pada Bhagawan. Saya tidak berbicara pada-Nya tentang keadaan di dalam rumah kita. Apakah perlu bagiku untuk mengatakan sesuatu kepada Krishna yang Maha Tahu dan ada dimana-mana?” Kuchela kemudian menjelaskan secara detail kepada istrinya bagaimana Krishna telah menerimanya di istana-Nya dan bagaimana Krishna memeluknya dan mencurahkan kasih-Nya. “Bagaimana saya dapat menjelaskan kebaikan kasih-Nya? Adakah orang seperti Krishna yang bisa memberikan semua kesejahtraan kepada seseorang setelah menerima segenggam nasi kering? Krishna adalah perwujudan kasih, dan kasih adalah Krishna.” Hari ini, bhakta berperilaku berbeda terhadap Tuhan. Bhakta itu pergi ke tempat suci dengan segudang keinginan dan mempersembahkan sebuah kelapa kecil. Bukan itu yang seharusnya engkau persembahkan kepada Tuhan. Hal yang seharusnya engkau persembahkan adalah hati yang murni dan tak ternoda.
-- Wejangan Sai, 15 April 1995
Tuhan tidak membutuhkan apapun bagi diri-Nya. Apapun yang engkau persembahkan adalah untuk kepentingan dirimu sendiri.
No comments:
Post a Comment