Saturday, June 13, 2026

Thought for the Day - 13th June 2026 (Saturday)



The body becomes healthy by exercise and work; the mind becomes healthy by upasana (devout contemplation) and namasmarana (remembrance of the Divine), by regular, well-planned discipline, joyfully accepted and joyfully carried out. Ahimsa (non-injury) is the rice; arpitam (dedication) is the gram; prayaschittam (expiation) the raisins; paschattapam (repentance) is the jaggery. Mix all these well with the ghee of sadgunam (virtue). That is the offering you should make to your Ishtadevata (chosen deity), not the paltry stuff you make out of articles got for a paisa in the shops! The Gopis knew this secret passage to the heart of the Lord, and they realised Him quick and fast. You have heard that Krishna is Murali-Madhava, and what exactly is the murali? You must be the murali (the flute). Let the breath of Krishna pass through you, making delightful music that melts the hearts. Surrender yourself to Him; become hollow, without vasana (tendencies), and become egoless, and desireless; then, He will Himself come and pick you up caressingly and place you, the flute, to His Lips and blow His sweet breath through you. Allow Him to play whatever song He likes.


-- Divine Discourse, Sep 06, 1963

Sanctify every word and deed by filling it with Prema for whatever Name and Form you give to the Lord you love.


Tubuh menjadi sehat melalui latihan dan kerja; demikian pula, pikiran menjadi sehat melalui upasana (kontemplasi atau pemujaan yang penuh pengabdian) dan namasmarana (pengingatan terus-menerus kepada Nama Tuhan), yang dilakukan melalui disiplin yang teratur, terencana, diterima dan dijalankan dengan sukacita. Ahimsa (tidak menyakiti) sebagai nasi; arpitam (pengabdian) sebagai kacang; prayaschittam (penebusan atau kesadaran untuk memperbaiki kesalahan) sebagai kismis; paschattapam (penyesalan yang tulus atas kesalahan) sebagai gula merah. Semua bahan tersebut harus dicampur dengan ghee dari sadguna (kebajikan dan karakter luhur). Itu adalah persembahan yang engkau harus buat kepada Ishtadevata (Tuhan dalam bentuk yang kita pilih dan cintai), bukan persembahan yang kecil nilainya karena hanya berupa barang-barang yang dibeli dengan uang di toko. Para Gopi memahami rahasia jalan menuju hati Tuhan ini, sehingga mereka dapat merasakan kehadiran Krishna dengan cepat dan mendalam. Engkau sering mendengar bahwa Krishna disebut Murali-Madhava, yaitu Krishna yang memainkan seruling. Namun, apakah makna sebenarnya dari seruling itu? Engkau sendiri harus menjadi seruling tersebut. Biarkan napas Krishna mengalir melalui dirimu dan menghasilkan melodi Ilahi yang meluluhkan hati. Untuk itu, engkau harus menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, menjadi kosong dari vasana (kecenderungan, keinginan, dan kesan-kesan duniawi), bebas dari ego, serta terbebas dari keinginan; kemudian Tuhan sendiri akan memilihmu dengan penuh kasih, meletakkan dirimu di bibir-Nya, dan meniupkan napas Ilahi melalui dirimu. Biarkan Tuhan memainkan lagu apa pun yang dikehendaki-Nya.


-- Wejangan Sai, 6 September 1963

Sucikan setiap kata dan tindakan dengan memenuhi semuanya dengan Prema, kepada Tuhan dengan nama dan wujud apa pun yang engkau cintai

No comments: