Wednesday, June 10, 2026

Thought for the Day - 10th June 2026 (Wednesday)



On various occasions, the Lord subjects the devotees to different kinds of tests and trials with a view to raising them spiritually to a higher level. The Lord, who is the source of all wisdom, will confer illumination only on those who approach Him. Those who feel that Bhagawan has not seen them or spoken to them should ask themselves how close they are mentally to Bhagawan and how near they are to the Lord in their practices. Each one should engage themselves in the process of self-enquiry. The Lord has neither agraha (anger) nor anugraha (benevolence). Even when He appears to be harsh, there is grace in that harshness. When He appears to chastise, there is compassion in it. When He seems to be angry, there is love behind it. Only those who understand the nature of the Divinity can appreciate the ways of the Divine. The Divine resorts to certain kinds of punishments to make the devotee pursue the right path and enable him to lead an ideal life. Such punishments are for the devotee's good and well-being.


-- Divine Discourse, Mar 06, 1989

Regardless of time, space, or circumstance, one should feel closeness to God - that is true Bhakti.


Pada berbagai kesempatan, Tuhan menguji para bhakta dengan berbagai macam ujian dan cobaan dengan tujuan mengangkat mereka secara spiritual ke tingkat yang lebih tinggi. Tuhan, yang merupakan sumber segala kebijaksanaan, akan menganugerahkan pencerahan kepada mereka yang mendekat kepada-Nya. Mereka yang merasa bahwa Bhagawan tidak memperhatikan mereka atau tidak berbicara kepada mereka hendaknya bertanya kepada diri mereka sendiri, seberapa dekatkah mereka kepada Bhagawan secara batin dan seberapa dekatkah mereka kepada Tuhan dalam praktik spiritual mereka. Setiap orang hendaknya melakukan introspeksi dan penyelidikan diri (self-enquiry). Tuhan sesungguhnya tidak memiliki agraha (kemarahan) maupun anugraha (keberpihakan atau perlakuan istimewa). Ketika Tuhan tampak bersikap keras, sesungguhnya terdapat kasih karunia di balik ketegasan itu. Ketika Tuhan tampak menegur atau menghukum, sesungguhnya terdapat belas kasih di dalamnya. Ketika Tuhan terlihat marah, sesungguhnya kasihlah yang melatarbelakanginya. Hanya mereka yang memahami hakikat Ketuhanan yang dapat memahami cara kerja Tuhan. Kadang-kadang Tuhan menggunakan bentuk-bentuk hukuman tertentu agar seorang bhakta kembali ke jalan yang benar dan mampu menjalani kehidupan yang ideal. Hukuman-hukuman tersebut sesungguhnya diberikan demi kebaikan dan kesejahteraan bhakta itu sendiri. 


-- Wejangan Sai, 6 Maret 1989

Apa pun waktu, tempat, dan keadaan yang dihadapi, seseorang harus tetap merasakan kedekatan dengan Tuhan. Itulah bhakti yang sejati.

No comments: