Saturday, June 20, 2026

Thought for the Day - 20th June 2026 (Saturday)



The natural colour of this kerchief is white. As you use it, it becomes dirty and stained. Its colour also changes because of the dirt accumulated on it. Similarly, when a child is born, its heart will be pure, unsullied, as clear as crystal and as pure as glittering gold. But when metals like silver, copper and brass are added to pure gold, it loses its lustre and value. It becomes impure. The true nature of man is immortal, eternal, peaceful and blissful. Such a nature of man gets polluted by worldly desires, by his activities and by his attachment to kith and kin. He himself is responsible for the erosion of values in his life. Today, we don’t find any trace of human values in human beings. Human values do not come from outside. They cannot be acquired. They are already there in every person. Man is not able to recognise this. He speaks untruth, undertakes wrong activities, looks at forbidden things and entertains wrong thoughts. He has lost his purity. How can we call a person a human being if they lack human values?


-- Divine Discourse, Oct 5, 2000

Peace is the outcome of our actions and thoughts. If our thoughts are pure, our actions will also be pure. When actions are pure, life itself becomes holy.


Warna alami saputangan ini adalah putih. Namun, setelah digunakan berulang kali, saputangan tersebut menjadi kotor dan bernoda. Warnanya pun tampak berubah karena kotoran yang melekat padanya. Sama halnya, ketika seorang anak lahir, hatinya masih suci, tanpa noda, jernih seperti kristal, dan murni seperti emas yang berkilau. Akan tetapi, ketika logam lain seperti perak, tembaga, dan kuningan dicampurkan ke dalam emas murni, emas itu kehilangan kilau dan nilainya. Ia menjadi tidak murni. Sifat sejati manusia sesungguhnya adalah abadi, penuh kedamaian, dan kebahagiaan. Namun, sifat luhur tersebut menjadi tercemar oleh berbagai keinginan duniawi, dengan tindakannya, serta keterikatan terhadap keluarga dan kerabat. Manusia sendirilah yang menjadi penyebab terkikisnya nilai-nilai dalam hidupnya. Saat ini, kita tidak menemukan jejak nilai-nilai kemanusiaan dalam diri manusia. Padahal, nilai-nilai kemanusiaan tidak datang dari luar dan tidak perlu dicari di tempat lain. Nilai-nilai tersebut telah ada di dalam diri setiap manusia sejak awal. Namun, manusia gagal mengenali nilai-nilai ini. Ia berbicara tidak jujur, melakukan perbuatan yang salah, melihat hal-hal yang tidak pantas, dan membiarkan pikiran-pikiran negatif berkembang. Dengan demikian, kemurnian dirinya perlahan memudar. Lalu, bagaimana seseorang dapat disebut sebagai manusia sejati apabila kekurangan nilai-nilai kemanusiaannya?


-- Wejangan Sai, 5 Oktober 2000

Kedamaian merupakan hasil dari tindakan dan pemikiran kita. Apabila pemikiran kita murni, tindakan kita pun akan murni. Ketika tindakan menjadi murni, hidup itu sendiri menjadi suci.

No comments: