Friday, June 26, 2026

Thought for the Day - 26th June 2026 (Friday)




The process of samskara (refinement) is not confined to specific things; it is applicable to every object in the universe. No object can be enjoyed by man without its going through a process of transformation. For example, take the case of paddy. The paddy that is grown and harvested cannot be consumed as such. It has to be converted into rice. In the process of transformation, the original paddy has considerably increased in its value as rice. The transformation process thus makes an object more useful and valuable. Take another example, that of cotton. Cotton in its primary form has very little utility. But when it is spun into thread and made into cloth, it becomes usable by man. There is a wide gap between the value of cotton and that of cloth into which it is converted. The same rule applies to gold. There is a big difference between the value of the ore that is extracted from a mine and the gold that is obtained from the ore after processing. It is clear from these examples that all objects in the world, unless they go through various processes of transformation, cannot acquire much value. If that is the case with regard to ordinary objects, how much more is it necessary for man, who is more important than all of them, to go through this transformation?


-- Divine Discourse, Jun 15, 1989

Samskara (refinement) is a system of practices by which the bad tendencies in man are gotten rid of and good tendencies are inculcated.


Proses samskara (pemurnian) tidak hanya berlaku pada hal-hal tertentu; tetapi berlaku pada setiap benda di alam semesta. Tidak ada sesuatu pun yang dapat dinikmati oleh manusia secara optimal tanpa melalui proses perubahan. Ambillah contoh padi. Padi yang baru dipanen tidak dapat langsung dikonsumsi. Padi harus diolah terlebih dahulu menjadi beras. Dalam proses perubahan, bentuk baku dari padi telah meningkat nilainya secara signifikan sebagai beras. Dengan demikian, proses perubahan membuat suatu objek menjadi lebih bermanfaat dan berharga. Demikian pula dengan kapas. Dalam bentuk aslinya, kapas memiliki kegunaan yang terbatas. Namun setelah dipintal menjadi benang dan ditenun menjadi kain, nilainya meningkat dan menjadi sangat berguna bagi manusia. Terdapat kesenjangan yang lebar antara nilai kapas dan nilai kain yang dihasilkan dari pengolahannya. Hal yang sama juga terjadi pada emas. Terdapat perbedaan besar diantara nilai bijih yang diekstraksi dari tambang dan emas yang diperoleh dari bijih tersebut setelah diproses. Dari contoh-contoh tersebut jelas bahwa segala objek di dunia ini memperoleh nilai yang lebih tinggi setelah melalui proses perubahan. Jika benda-benda biasa saja memerlukan proses tersebut, terlebih lagi manusia, yang jauh lebih mulia daripada benda-benda itu. Betapa pentingnya manusia menjalani proses pemurnian ini.


-- Wejangan Sai, 15 Juni 1989

Samskara (pemurnian) adalah suatu sistem yang membantu manusia menghilangkan kecenderungan buruk dan menumbuhkan kecenderungan yang baik.

No comments: