There is no fruit without a flower, and there can be no devotion with karma. The fruit ripens and becomes sweet; bhakti ripens into jnana (wisdom). So, we must first take up holy activity with clean intentions. One sadhana that is cultivated on a large scale today is dhyana (meditation). But the dhyana that is done is not in consonance with the principle of Bharatiya Culture. In the absence of a purified mind, dhyana can never achieve the mergence. How can a house be built without brick and mortar? It is said that one can succeed in dhyana by indulging in it whenever a little time is available, and that one can be engaged in this sadhana, whatever the habits one is prone to, whatever feelings and thoughts reside in you and whatever path you follow. But this advice is not correct. If one has to remain quiet for some time without being distracted or disturbed by fear or anxiety, one could indulge in drink or consume opium. Dhyana must have far higher aims and far stricter credentials. Or else, the culture of Bharat will suffer great damage. Therefore, fine virtues have to be cultivated first, and good thoughts have also to be entertained. One should uphold the true glory of man.
-- Divine Discourse, Apr 05, 1981
When the senses are dominant, equanimity is a dream. Be their master; you can be yourself, undisturbed and free.
Tidak ada buah tanpa didahului dengan bunga, dan tidak ada bhakti tanpa didahului dengan karma (perbuatan). Buah yang matang akan menjadi manis; demikian pula bhakti yang matang akan berkembang menjadi jnana (kebijaksanaan). Oleh karena itu, pertama-tama kita harus melakukan perbuatan-perbuatan suci dengan niat yang murni. Salah satu sadhana yang banyak dipraktikkan saat ini adalah dhyana (meditasi). Namun, meditasi yang dilakukan banyak orang sering kali tidak selaras dengan prinsip budaya Bharata. Tanpa adanya kemurnian pikiran, meditasi tidak akan pernah menghasilkan penyatuan. Bagaimana mungkin sebuah rumah dapat dibangun tanpa batu bata dan semen? Ada anggapan bahwa seseorang dapat berhasil dalam meditasi dengan melakukannya setiap kali ada sedikit waktu luang, dan bahwa seseorang dapat terlibat dalam sadhana ini, apa pun kebiasaannya, apa pun pikiran dan perasaannya, serta jalan hidup apa pun yang dijalaninya. Namun, pandangan seperti itu tidaklah benar. Jika tujuan seseorang hanya untuk duduk tenang sesaat tanpa terganggu rasa takut atau kecemasan, ia bisa saja mencari pelarian melalui minuman keras atau mengkonsumsi opium. Meditasi memiliki tujuan yang jauh lebih tinggi dan menuntut persyaratan yang jauh lebih ketat. Jika hal ini tidak dipahami, maka nilai-nilai luhur budaya Bharata akan mengalami kerusakan besar. Karena itu, kebajikan-kebajikan mulia harus terlebih dahulu dikembangkan, dan pikiran-pikiran yang baik harus dipelihara. Seseorang harus menjaga dan menghidupkan kemuliaan sejati sebagai manusia.
-- Wejangan Sai, 5 April 1981
Ketika indra-indra menguasai diri seseorang, keseimbangan batin hanyalah sebuah impian. Jadilah penguasa atas indra-indramu; dengan demikian engkau dapat menjadi dirimu yang sejati, tenang, bebas, dan tidak terganggu.
No comments:
Post a Comment