Affection for mother and reverence for father are necessary. But parents and preceptor are transient. Even friends are impermanent. God alone is permanent and unfailing, and God alone should have the permanent place in the heart. The human body acquires its sacredness from the fact that it is the abode of the Divine. The Gita refers to the body as kshetra (sacred field) and the Divine Indweller as the Kshetrajna. Because of the sacredness of the body, it should be used properly as an instrument of the Divine. Man should develop faith in God. Without faith, life will be meaningless. Man can have no happiness or satisfaction in life without God’s grace. Men today are too immersed in affairs of the world and have no peace of mind. They can have peace only from the supreme embodiment of peace, God. He is the abode of infinite love and enduring peace. God’s love should be secured by chanting the Lord’s name. You should be grateful to your mother for endowing you with a body which enables you to chant the Lord’s name.
- Divine Discourse, May 6, 1997See that the splendour of the Lord, the cool rays of His grace, is not dimmed in the recesses of your heart
Kasih sayang kepada ibu dan rasa hormat kepada ayah adalah sebuah keniscayaan. Namun, orang tua maupun guru spiritual bersifat sementara. Bahkan teman pun tidaklah kekal. Hanya Tuhanlah yang Mahakekal dan takkan pernah mengecewakan, dan hanya Tuhanlah yang sepantasnya bersemayam secara abadi di dalam hati. Tubuh manusia memperoleh kesuciannya karena ia merupakan kediaman bagi Sang Ilahi. Bhagavad Gita menyebut tubuh sebagai kshetra (ladang suci) dan Sang Penghuni Ilahi di dalamnya sebagai Kshetrajna. Karena kesucian tubuh ini, ia harus dipergunakan dengan semestinya sebagai instrumen Ilahi. Manusia harus menumbuhkan keyakinan kepada Tuhan. Tanpa keyakinan, kehidupan akan kehilangan maknanya. Manusia tidak akan mereguk kebahagiaan atau kepuasan sejati dalam hidup tanpa berkat Tuhan. Saat ini, manusia terlalu terhanyut dalam urusan duniawi sehingga kehilangan kedamaian pikiran. Mereka hanya bisa memperoleh kedamaian dari Sang Perwujudan Kedamaian Tertinggi, yaitu Tuhan. Dia adalah samudra kasih yang tak terbatas dan kedamaian yang abadi. Kasih Tuhan haruslah diraih dengan senantiasa melantunkan Nama Suci-Nya. Engkau hendaknya berterima kasih kepada ibumu, karena melaluinya engkau dianugerahi raga yang memungkinkanmu untuk memuliakan Nama Tuhan.
- Divine Discourse, May 6, 1997Jagalah agar kemuliaan Tuhan—pancaran kasih-Nya yang menyejukkan—tak meredup di dalam relung hatimu yang paling dalam
No comments:
Post a Comment