Desires are common to all, whether one is young or old, man or woman, a common man or a saint. However, it is very important to have good desires, such as the desire to reach an exalted position, the desire to lead a noble life, the desire to be a good student, or the desire to tread the divine path. It is quite natural for man to have desires as he has to live in the world. But there should be a limit to his desires. As his desires have crossed all limits due to the effect of Kali Yuga, he has lost his peace and is experiencing restlessness. Man's unlimited desires are like chains which bind and imprison him. He loses his freedom as he is bound by desires. Animals also have desires, but they are not limitless like those of man. Animals have a reason and a season, but man has no reason and no season. That is why man today is facing so many troubles and problems. Man has no dearth of food, raiment, and shelter. Then, what is the reason for his restlessness? It is only excessive desires that make him restless. Therefore, he must put a ceiling on his desires. Less luggage, more comfort makes travel a pleasure. Life is a long journey. In this long journey of life, you should not have excess luggage. This, in Vedantic parlance, is called renunciation (vairagya).
-- Divine Discourse, Apr 04, 1993
If you move towards God, the world will be away from you. If you move towards the world, you will become distant from God.
Keinginan adalah hal yang lumrah bagi semuanya, apakah seseorang itu adalah anak muda atau orang tua, laki-laki atau Perempuan, orang awam atau orang suci. Namun yang terpenting adalah memiliki keinginan yang baik, seperti keinginan untuk mencapai kedudukan yang mulia, menjalani hidup yang luhur, menjadi pelajar yang baik, atau menempuh jalan ketuhanan. Adalah hal yang wajar jika manusia memiliki keinginan, karena ia hidup di dunia. Tetapi keinginan itu harus memiliki batas. Karena pengaruh Kali Yuga, keinginan manusia telah melampaui batas sehingga ia kehilangan kedamaian dan terus hidup dalam kegelisahan. Keinginan manusia yang tidak terbatas adalah seperti rantai yang mengikat dan memenjarakan manusia. Hal ini membuat manusia kehilangan kebebasannya karena ia diperbudak oleh keinginannya. Binatang juga memiliki keinginan, tetapi tidak tanpa batas seperti halnya manusia. Binatang memiliki sebuah alasan dan musim, namun manusia tidak memiliki alasan dan musim. Itulah sebabnya mengapa manusia pada hari ini menghadapi begitu banyak masalah dan penderitaan. Manusia tidak kekurangan makanan, pakaian, ataupun tempat tinggal. Lalu apa penyebab kegelisahan hidupnya? Tidak lain adalah keinginan yang berlebihan. Karena itu, manusia harus membatasi keinginannya. Semakin sedikit bawaan, semakin nyaman perjalanan. Hidup adalah perjalanan yang panjang. Dalam perjalanan panjang kehidupan ini, jangan membawa terlalu banyak “beban”. Dalam ajaran Vedanta, sikap ini disebut vairagya atau pelepasan.
-- Wacana Swami, 04 April 1993
Jika engkau bergerak mendekat pada Tuhan, dunia akan menjauh darimu. Jika engkau bergerak mendekat pada dunia, engkau akan menjadi jauh dari Tuhan.
No comments:
Post a Comment