Showing posts with label Namasmarana. Show all posts
Showing posts with label Namasmarana. Show all posts

Saturday, August 9, 2008

Thoughts for the Day - 10th August 2008 (Sunday)

When you repeat the Name without feeling, it seldom reaches the mark. The Name of the Lord must be recited with awe and wonder, humility and reverence. The bow has to be drawn full before the arrow is released; then it will pierce the target. Feeling is the force that draws the strings taut and makes the Name reach the deity, the bearer of the Name.


Ketika engkau mengulang/mengucapkan nama (Tuhan) tanpa disertai oleh perasaan, maka doa-doamu itu jarang akan mencapai target/sasarannya. Nama-nama Tuhan hendaknya diucapkan dengan penuh khidmat, kerendahan hati dan hormat. Sebuah busur haruslah ditarik sekencang-kencangnya sebelum anak-panahnya dilepaskan; maka dengan demikian panah tersebut barulah bisa mengenai sasarannya. Perasaan adalah daya kekuatan yang menarik busur tersebut, agar nama-nama yang diucapkanmu dapat terdengar oleh sang dewata, si pemilik Nama.

-BABA

Monday, April 7, 2008

Thoughts for the Day - 8th April 2008 (Tuesday)


Namasmarana (chanting God's Name) is the process by which an attitude of dedication can be cultivated and confirmed. When confronted by calamity, you must attach yourself to this Sadhana (spiritual practice) even more firmly, instead of losing faith in it and getting slack. The drug should not be given up when it is most needed. The pity is that, when the first disappointment confronts you, you lose courage and confidence, and give up the name of God.

Namasmarana (pengkidungan nama Tuhan) merupakan suatu proses untuk memupuk semangat dedikasi. Ketika engkau dikonfrontasi oleh kesusahan, maka seharusnya engkau semakin mengintensifkan Sadhana ini dan bukannya malah kehilangan keyakinan dan mengalami kemunduran. Janganlah engkau menyingkirkan obat-obatan di kala ia benar-benar sangat dibutuhkan. Hanya saja yang patut disayangkan adalah bahwa kebanyakan orang langsung kehilangan keberaniannya dan keyakinannya pada saat ia menghadapi kekecewaan untuk yang pertama kalinya sekalipun. Alhasil, sadhana pengulangan nama-nama Tuhan juga ditinggalkannya.
-BABA