Monday, November 30, 2020

Thought for the Day - 22nd November 2020 (Sunday)

The convocation in hermitages marked the close of a sweet chapter in life when ideals to be pursued in later years were implanted. The advice given by gurus during convocations was, "Consider mother as God, consider father as God, consider teacher as God, and consider the guest as God." Follow this fourfold exhortation with full faith in its validity, derive bliss therefrom and inspire others by your example, so that the Motherland may progress and prosper. Your parents are sacrificing their comforts and even necessities in order to ensure your progress. It is your duty to revere them and make them happy. First, render your homes bright by pleasing your parents. Do not be arrogant towards your parents because you have studied a few things. Engage yourselves in acts that others will respect and not in acts of which you feel ashamed of. Do not allow your minds to get agitated with limitless desires. Love your native land. Fulfil this desire of mine, with My blessings! 



Rapat terbuka di ashram menandakan berakhirnya babak manis dalam kehidupan ketika ideal yang akan dikejar dalam tahun-tahun berikutnya ditanamkan. Nasihat diberikan oleh para guru dalam pertemuan tersebut adalah, "Muliakan ibu sebagai Tuhan, muliakan ayah sebagai Tuhan, muliakan guru sebagai Tuhan, dan muliakan tamu sebagai Tuhan." Ikuti empat nasihat ini dengan penuh keyakinan dalam kebenarannya, dapatkan kebahagiaan darinya, dan menginspirasi orang lain dengan teladanmu, sehingga ibu pertiwi mendapatkan kemajuan dan kesejahteraan. Orang tuamu mengorbankan kenyamanan dan bahkan kebutuhan mereka untuk memastikan kemajuanmu. Merupakan kewajibanmu untuk memuliakan mereka dan membuat mereka bahagia. Pertama, buatlah rumahmu menjadi ceria dengan menyenangkan orang tuamu. Jangan menjadi arogan terhadap orang tuamu karena engkau telah belajar sedikit beberapa hal. Libatkan dirimu dalam tindakan yang membuat orang lain akan menghormati dan bukan tindakan yang membuat dirimu merasa malu. Jangan izinkan pikiranmu menjadi teragitasi dengan keinginan yang tidak ada batasnya. Cintai tanah airmu. Penuhilah keinginan-Ku ini dengan berkat-Ku! - Divine Discourse, Nov 22, 1986

-BABA

 

No comments: