Monday, December 28, 2020

Thought for the Day - 25th December 2020 (Friday)

It was to teach mankind the greatness of divine love that Jesus came. He resolved on three tasks: one, to be filled with Divine love and to share it with others - this was the main purpose of his life; two, he should not succumb to praise or censure in carrying out his mission; three, to inspire in others the conviction that the Divinity within is omnipresent. Jesus considered spreading the gospel of love as his foremost task. He encountered many ordeals in carrying out his mission, but he regarded them all as challenges to be overcome. He was determined to treat pleasure and pain, and sickness and failure with equanimity. He could not bear to see anyone suffer. Every human being is potentially a messenger of God. Humanness demands that everyone should manifest the Divinity within him. Everyone should be a real messenger of God and strive to promote peace and security in the world. There is no other path to be followed. God's message is sacred and totally free from self-interest. 



Adalah untuk mengajarkan umat manusia kebesaran dari kasih Tuhan maka Jesus datang. Beliau menetapkan pada tiga tugas yaitu: pertama, untuk dipenuhi dengan kasih Tuhan dan berbagi kasih Tuhan kepada yang lainnya – ini adalah tujuan utama dari hidupnya; kedua, beliau seharusnya tidak mengalah pada pujian atau celaan dalam menjalankan misinya; ketiga, untuk menginspirasi yang lain tentang keyakinan bahwa Tuhan yang bersemayam di dalam diri ada dimana-mana. Jesus menganggap bahwa menyebarkan ajaran kasih adalah tugasnya yang paling utama. Beliau banyak mengalami cobaan berat dalam menjalankan misinya, namun beliau menganggap semuanya itu sebagai tantangan yang harus diatasi. Beliau memiliki keteguhan hati dalam memperlakukan kesenangan dan kepedihan, dan rasa sakit serta kemalangan dengan ketenangan. Beliau tidak tahan melihat siapapun yang menderita. Setiap manusia adalah memiliki potensi sebagai pembawa pesan Tuhan. Nilai kemanusiaan menuntut setiap orang seharusnya mewujudkan sifat ketuhanan di dalam dirinya. Setiap orang seharusnya menjadi pembawa pesan Tuhan yang sejati dan berusaha untuk mengembangkan kedamaian serta keamanan di dunia. Tidak ada jalan lain yang diikuti. Pesan Tuhan adalah suci dan sepenuhnya bebas dari kepentingan diri. (Divine Discourse, Dec 25, 1995)

-BABA

 

No comments: