Wednesday, December 12, 2018

Thought for the Day - 11th December 2018 (Tuesday)

How long can you stagnate in the same class of devotion? Have you no wish to get promoted to the next higher class? In devotion (Bhakti), there are two classes, Sahaja-bhakti and Vishesha-bhakti. Sahaja-bhakti is satisfied with puja (worship), vrata (observing ritual worship), bhajan, namasmaran, (group singing, remembrance of Lord), pilgrimage, etc. Visesha-bhakti craves for purity of character, suppression of impulses, control of the mind, practice of daya, prema, shanti, ahimsa (compassion, love, peace and nonviolence), etc., and inquiry into the why and wherefore of man. It is a matter of shame that people stick to the same class of sahaja-bhakti year in and year out. When you clear these two, there is another higher class named Para Bhakti (Seeing God everywhere), too. Cleverness can correct and solve external problems; concentrated sadhana alone can correct and solve the internal crisis fuming within.


Berapa lama engkau dapat berhenti di level bhakti yang sama? Apakah engkau tidak memiliki keinginan untuk mendapatkan promosi naik kelas yang lebih tinggi? Dalam bhakti, ada dua jenis tingkatan atau kelas, Sahaja-bhakti dan Vishesha-bhakti. Sahaja-bhakti dipuaskan dengan pelaksanaan puja, vrata (menjalankan ritual pemujaan), bhajan, namasmaran, (kidung suci, mengingat Tuhan), mengunjungi tempat suci, dsb. Visesha-bhakti menginginkan kesucian karakter, menekan dorongan dari dalam diri, pengendalian pikiran, mempraktikkan daya, prema, shanti, ahimsa (welas asih, kasih sayang, kedamaian, dan tanpa kekerasan), dsb, serta mencari tahu ke dalam mengapa dan untuk apa menjadi manusia. Merupakan hal yang memalukan bagi manusia hanya terhenti pada level yang sama selama bertahun-tahun di sahaja-bhakti. Ketika engkau melewati keduanya, ada level yang lebih tinggi lagi dalam bhakti yaitu Para Bhakti (melihat Tuhan dimana saja). Kepintaran dapat memperbaiki dan memecahkan persoalan di luar; hanya dengan sadhana (latihan spiritual) yang dapat memperbaiki dan memecahkan krisis internal yang menggelora di dalam diri. (Divine Discourse, Jan 14, 1967)

-BABA

No comments: