Thursday, November 27, 2008

Thoughts for the Day - 28th November 2008 (Friday)


Paramatma (God) cannot be known without faith and steadfastness. Only through Prema (love) comes Shraddha (faith); through Shraddha comes Jnana (wisdom); through Jnana comes Parabhakthi (highest form of devotion); through Parabhakthi, Paramatma is attained.

Paramatma (Tuhan) hanya bisa dikenali melalui perangkat keyakinan dan kemantapan-hati. Melalui Prema (cinta-kasih) diperoleh Shraddha (keyakinan); melalui Shraddha diperoleh Jnana (kebijaksanaan); melalui Jnana diperoleh Parabhakthi (bentuk devotion yang paling mulia); dan melalui Parabhakthi, diperolehlah Paramatma.
-BABA

Wednesday, November 26, 2008

Thoughts for the Day - 27th November 2008 (Thursday)


God can be realised only through love. God will not reside in a heart devoid of love, which is like a desert. Other paths develop conceit, separating man from man and man from beast. They contract and do not reach out, shrinking your awareness of the Divine. Love is expansion, and expansion is divine life. Sow love – it will blossom as compassion and tolerance. It will yield the fruit of peace. God is reflected in the medium of Nature; in everything His image can be perceived.


Tuhan hanya bisa direalisasikan melalui jalan cinta-kasih. Beliau tidak akan menghuni hati yang bagaikan padang pasir (hampa oleh cinta-kasih). Perjalanan melalui jalur selain cinta-kasih justru akan semakin menghasilkan kecongkakan/kesombongan; mengakibatkan perpecahan antar manusia dan alam sekitarnya. Alhasil, kesadaran Ilahiahmu akan menjadi semakin menciut. Sebaliknya, cinta-kasih bersifat ekspansif dan expansion adalah ciri khas divinity. Oleh sebab itu, penting sekali bagimu untuk mengembangkan cinta-kasih, biarkanlah ia mekar menjadi welas-asih dan toleransi. Dengan demikian, tercapailah kedamaian.

-BABA

Tuesday, November 25, 2008

Thoughts for the Day - 26th November 2008 (Wednesday)


God is the embodiment of Dharma (righteousness). His grace is won by Dharma. He is ever fostering Dharma. He is Dharma Itself. The Vedas, Shastras (scriptures) and Puranas (mythology) all proclaim aloud the glory of Dharma. The stream of Dharmic activity should never run dry. When its cool waters cease to flow, disaster is certain.

Tuhan adalah perwujudan Dharma (kebajikan). Rahmat Ilahi hanya bisa diperoleh melalui Dharma. Beliau senantiasa melindungi Dharma, sebab diri-Nya sendiri adalah Dharma. Kitab-kitab Veda, Sastra dan Purana - semuanya menyatakan secara jelas tentang kemuliaan Dharma. Aliran aktivitas-aktivitas Dharma tidak boleh pernah berhenti, sebab jikalau tidak, maka umat manusia akan menuai bencana.
-BABA

Monday, November 24, 2008

Thoughts for the Day - 25th November 2008 (Tuesday)


We become what we contemplate on. When we fix our thoughts all the time on the evil that others do, our mind gets polluted by evil. When, on the contrary, we fix our mind on the virtues and well-being of others, our mind is cleansed of wrong and entertains only good thoughts. No evil thought can penetrate the mind of a person wholly given to love and compassion. Thus, our thoughts shape our nature.

Sesuai dengan apa yang dipikirkan atau yang dikontemplasikan, maka demikianlah apa jadinya diri kita. Apabila engkau selalu mencari-cari atau memperhatikan kesalahan yang dilakukan orang lain, maka batinmu juga akan ikut terpolusi oleh kejahatan. Sebaliknya apabila engkau lebih mementingkan keluhuran dan kesejahteraan orang lain, maka batinmu akan dimurnikan dari segala bentuk negativitas. Tiada kejahatan yang bisa mencemari batin manusia yang telah menjiwai cinta-kasih dan welas-asih. Pendek kata, pikiran merupakan penentu kondisi kita masing-masing.
-BABA

Sunday, November 23, 2008

Thoughts for the Day - 24th November 2008 (Monday)


When the individual name and form imposed by the Bhaktha (devotee) on God are transformed in to the Attributeless and the Formless, it is referred to as Brahman. When the same Brahman appears with attributes and forms, It is referred to as Rama, Krishna, Vishnu or Shiva. When a devotee attains the ecstasy of Mystic Union with the Lord, all distinctions between him and the Lord disappear.


Ketika nama dan wujud individual yang diberikan oleh para bhakta terhadap Tuhan mengalami transformasi menjadi 'sesuatu' yang tanpa atribut dan rupa, maka pada saat itu Tuhan direferensikan sebagai Brahman. Ketika Brahman yang sama tampil dalam atribut dan wujud tertentu, maka Ia disebut sebagai Rama, Krishna, Vishnu atau Shiva. Ketika seorang bhakta mencapai tahapan kegembiraan yang meluap-luap (esctasy) sebagai akibat Mystic Union (persekutuan yang mistis) dengan Tuhan, maka pada saat itu, segala bentuk perbedaan antara dirinya dengan Sang Khalik secara otomatis juga menjadi sirna.

-BABA

Saturday, November 22, 2008

Thoughts for the Day - 23rd November 2008 (Sunday - 83rd Birthday)


You can call Me Premaswarupa (the embodiment of Love). Prema is the wealth I have and which I spread among all. I have no other riches. The Grace of the Lord is always flowing like the electric current through the wire. Fix a bulb and the current will illumine your house. The bulb is the Sadhana (spiritual practice) you perform, the home is your heart. Come to Me gladly; dive into the sea and discover its depth. There is no use playing in the shallow waters and lamenting that the sea has no pearls. Dive deep and you will secure your heart's desire.


Engkau boleh menyebut-Ku sebagai Premaswarupa (perwujudan cinta-kasih). Prema adalah kekayaan yang Ku-miliki dan yang Ku-bagi-bagikan kepada semuanya. Aku tak memiliki kekayaan lain. Rahmat Tuhan senantiasa mengalir bagaikan aliran listrik. Pasanglah sebuah bola- lampu, maka aliran listrik itu akan menyalakan lampu tadi dan memberikan penerangan di dalam rumahmu. Bola lampu tersebut diartikan sebagai Sadhana (praktek spiritual) yang engkau lakukan, sedangkan rumahmu adalah hatimu. Datanglah kepada-Ku dengan senang hati; selami-lah samudera ini dan lihatlah sendiri kedalaman-Nya. Tak ada gunanya engkau hanya sekedar bermain di tepi-tepian yang dangkal lalu kemudian mengeluhkan bahwa di sana tidak ditemukan mutiara. Bila engkau menyelam lebih dalam, maka engkau akan menemukan sesuatu yang selama ini diinginkan oleh hati nuranimu.

-BABA



Friday, November 21, 2008

Thoughts for the Day - 22nd November 2008 (Saturday)


Education is the means of unfolding the moral and spiritual potentialities of man. Education reveals to man what is right and what is wrong. Education today is concerned with imparting worldly knowledge, with no place for ethics or spirituality. All along education has remained an exercise in acquiring bookish knowledge. What is needed today is practical knowledge. Every student should acquire a good character, moral values, and develop a spiritual bent of mind. These three constitute true learning.

Pendidikan adalah sarana untuk menguak potensi moral dan spiritual manusia. Pendidikan mengajarkan manusia kemampuan untuk membedakan antara yang benar dan salah. Namun yang disayangkan adalah bahwa pendidikan di zaman modern ini hanya mengajarkan tentang pengetahuan sekuler (duniawi), tanpa adanya perhatian terhadap faktor etika maupun spiritualitas. Alhasil, pendidikan sekarang hanya sekedar latihan untuk memperoleh bookish knowledge. Yang jauh lebih penting sebenarnya adalah practical knowledge. Setiap siswa hendaknya digembleng untuk memiliki karakter yang baik, nilai moral serta spiritual mind. Ketiga unsur ini merupakan landasan pokok proses pembelajaran yang sejati.
-BABA