Showing posts with label God Realisation. Show all posts
Showing posts with label God Realisation. Show all posts

Wednesday, November 26, 2008

Thoughts for the Day - 27th November 2008 (Thursday)


God can be realised only through love. God will not reside in a heart devoid of love, which is like a desert. Other paths develop conceit, separating man from man and man from beast. They contract and do not reach out, shrinking your awareness of the Divine. Love is expansion, and expansion is divine life. Sow love – it will blossom as compassion and tolerance. It will yield the fruit of peace. God is reflected in the medium of Nature; in everything His image can be perceived.


Tuhan hanya bisa direalisasikan melalui jalan cinta-kasih. Beliau tidak akan menghuni hati yang bagaikan padang pasir (hampa oleh cinta-kasih). Perjalanan melalui jalur selain cinta-kasih justru akan semakin menghasilkan kecongkakan/kesombongan; mengakibatkan perpecahan antar manusia dan alam sekitarnya. Alhasil, kesadaran Ilahiahmu akan menjadi semakin menciut. Sebaliknya, cinta-kasih bersifat ekspansif dan expansion adalah ciri khas divinity. Oleh sebab itu, penting sekali bagimu untuk mengembangkan cinta-kasih, biarkanlah ia mekar menjadi welas-asih dan toleransi. Dengan demikian, tercapailah kedamaian.

-BABA

Friday, August 29, 2008

Thoughts for the Day - 30th August 2008 (Saturday)


To realise God, it is not necessary to have wealth, gold, luxuries or scholarship. All that is needed is pure devotion. Without purity of thought, word and deed, it is impossible to experience the Divine. God cannot be realised through ostentation and conceit. The basic requisite is the shedding of selfishness and possessiveness so that one can engage oneself in actions in a disinterested spirit. Any person is entitled to embark on this quest irrespective of age, caste or gender.

Untuk mencapai kesadaran Ilahiah, engkau tidak perlu harus memiliki kekayaan, emas, perhiasan maupun gelar kesarjanaan. Satu-satunya yang dibutuhkan adalah bhakti (devotion) yang murni & luhur. Tanpa adanya kemurnian dalam pikiran, ucapan dan perbuatan, maka adalah tidak mungkin untuk mencapai Divine. Beliau tidak bisa direalisasikan melalui tindakan show-off (kepura-puraan) maupun kesombongan. Prasyarat utamanya adalah meninggalkan sikap selfishness (mementingkan diri sendiri) serta sikap kepemilikan agar engkau dapat melakukan tindakan dengan semangat tanpa kemelekatan. Setiap orang berhak untuk mencapai Divine Realisation, tanpa peduli usia, kasta maupun jenis-kelaminnya.

-BABA