Bhakti (devotion) denotes a feeling of friendship coupled with awe. For one who is a creature of the gunas (satva, rajas, tamas), to understand what transcends the gunas, an attitude of humility and reverence is required. “Bhaja Sevayam” (worship the Divine through Seva). Bhakti calls for utilising the mind, speech, and body, and the three gunas, to worship the Lord. Devotion and love are inseparable and interdependent. Bhakti is the means to salvation. Love is the expression of bhakti. Narada declared that worshipping the Lord with boundless love is bhakti. Vyasa held that performing worship with love and adoration is bhakti. Garga Rishi declared that serving the Lord with purity of mind, speech, and body is bhakti. Yajnavalkya held that true bhakti consists in controlling the mind, turning it inwards, and enjoying the bliss of communion with the Divine. Another view of bhakti is the concentration of the mind on God and experiencing oneness with the Divine. Although many sages have expressed different views about the nature of bhakti, the basic characteristic of devotion is love.
-- Divine Discourse Oct 08, 1986
Among all forms of sadhana (spiritual pratices), Bhakti (devotion) is the easiest and holiest
Bhakti (pengabdian) menunjukkan perasaan persahabatan yang disertai dengan rasa kagum. Bagi manusia yang merupakan makhluk yang masih berada dalam pengaruh guna, yaitu sattva, rajas, dan tamas, diperlukan sikap rendah hati dan penuh penghormatan untuk dapat memahami sesuatu yang melampaui ketiga guna tersebut. “Bhaja Sevayam” berarti memuja Tuhan melalui Seva atau pelayanan. Bhakti menuntut penggunaan pikiran, perkataan, dan tubuh, serta ketiga guna, untuk memuja Tuhan. Bhakti dan kasih tidak dapat dipisahkan dan saling berkaitan. Bhakti merupakan sarana untuk menuju pembebasan. Kasih merupakan ungkapan dari Bhakti. Narada menyatakan bahwa memuja Tuhan dengan kasih yang tidak terbatas adalah Bhakti. Vyasa menyatakan bahwa melakukan pemujaan dengan kasih dan penghormatan adalah Bhakti. Resi Garga menyatakan bahwa melayani Tuhan dengan kesucian pikiran, perkataan, dan tubuh adalah Bhakti. Yajnavalkya berpandangan bahwa Bhakti yang sejati terdapat dalam mengendalikan pikiran, mengarahkannya ke dalam diri, dan menikmati kebahagiaan yang muncul dari penyatuan dengan Tuhan. Pandangan lain mengenai Bhakti adalah memusatkan pikiran kepada Tuhan dan mengalami kesatuan dengan Tuhan. Meskipun banyak resi memberikan pandangan yang berbeda mengenai hakikat Bhakti, karakteristik dasar dari Bhakti adalah kasih.
-- Divine Discourse 8 Oktober 1986
Di antara semua bentuk sadhana (praktik spiritual), Bhakti adalah jalan yang paling mudah dan paling suci.
No comments:
Post a Comment