Thursday, September 3, 2026

Thought for the Day - 3rd September 2026 (Thursday)



Krishna’ is derived from the root ‘Krish’, which means (1) to attract, (2) to plough and cultivate, and (3) the Divine principle beyond time, space and causation. Krishna, like all Avatars, attracts not only seekers, saints and sages but the simple, the innocent and the good. He also draws the curious, the critics, the sceptics and those who suffer from atheism. He draws them towards Himself by the irresistible charm of His person, by His invincible look, His voice, His flute, His counsel and His undaunted heroism. He is ever in a state of Bliss, spreading harmony, melody and beauty around Him. He sings everywhere—in the peaceful pasture and lands of Brindavan and in the blood-soaked battlefield of Kurukshetra. He holds the flute in His hand in one place, and He wields the whip in the other. But what emerges is meaningful and moving music, either Venuganam or Bhagawad Gita! Ganam and Gita both mean song! Why does He attract all to His Presence? To plough the heart, prepare it for receiving the shower of grace, to grow the seeds of love, weed it of all evil thoughts which smother the crops of joy and to enable it to gather the harvest of wisdom. That wisdom finds its fulfilment in Krishna Himself, for Krishna also means the Pure Essence, the Supreme Principle, the Sat-chit-ananda.

- Divine Discourse Aug 31, 1972

The Avatar lights the flame of Realisation in each; and the age-old ignorance is destroyed in an instant.



Nama ‘Krishna’ berasal dari akar kata ‘Krish’, yang memiliki beberapa makna: (1) menarik, (2) membajak dan mengolah, serta (3) prinsip Ilahi yang melampaui waktu, ruang, dan sebab-akibat. Seperti halnya semua Awatara, Krishna bukan hanya menarik bagi para pencari kebenaran, orang suci, dan para bijak, tetapi juga mereka yang sederhana, polos, dan baik hati. Ia juga menarik orang-orang yang penuh rasa ingin tahu, para pengkritik, kaum skeptis, bahkan mereka yang tidak mempercayai Tuhan. Ia menarik mereka kepada-Nya melalui pesona pribadi-Nya yang begitu kuat, tatapan-Nya yang tak terkalahkan, suara-Nya, seruling-Nya, nasihat-Nya, serta keberanian-Nya yang tak tergoyahkan. Ia senantiasa berada dalam keadaan Ananda, kebahagiaan Ilahi, dan memancarkan keharmonisan, melodi, serta keindahan di sekeliling-Nya. Ia bernyanyi di mana-mana, di padang rumput Brindavan yang damai maupun di medan perang Kurukshetra yang penuh pertumpahan darah. Di satu tempat Ia memegang seruling di tangan-Nya, sementara di tempat lain Ia mengayunkan cambuk. Namun, dari keduanya lahir musik yang penuh makna dan menyentuh hati, apakah itu Venuganam maupun Bhagawad Gita! Ganam dan Gita sama-sama berarti nyanyian. Mengapa Ia menarik semua orang kepada-Nya? Untuk mengolah hati, mempersiapkannya agar mampu menerima curahan rahmat; menumbuhkan benih-benih cinta; mencabut segala pikiran buruk yang menghambat tumbuhnya kebahagiaan; dan memungkinkan kita memetik panen kebijaksanaan. Kebijaksanaan itu menemukan kesempurnaannya dalam diri Krishna sendiri, karena Krishna juga berarti Hakikat Murni, Prinsip Tertinggi, Sat-Chit-Ananda — Kebenaran, Kesadaran, dan Kebahagiaan Sejati.


— Wacana Ilahi, 31 Agustus 1972

Avatar menyalakan api kesadaran dalam diri setiap manusia; dan ketidaktahuan yang telah ada sejak dahulu pun dapat lenyap dalam sekejap.

No comments: