Thursday, September 17, 2026

Thought for the Day - 17th September 2026 (Thursday)



What is the aim of human life? What is a man’s duty? It is to discover this truth that God has endowed man with a body to render help to others - Paropakarartham idam shareeram. We live in a society, depending on it for our needs. But, forgetting what they owe to society, people lead selfish and self-centred lives. Service to society is the primary karma (duty). Concern for the welfare of all is bhakti (devotion). “Let all people be happy.” Awareness of this feeling is jnana (true knowledge). Without recognising the duty to serve society, without concern for the welfare of society, how can the all-encompassing desire for the happiness of all, which is devotion, arise in anyone? These three are intimately related like a flower, tender fruit, and ripe fruit. The fruit of devotion confers the wisdom which eliminates differences. Devotion is a fragment of the Divine. Without devotion, awareness of the Divine cannot be experienced. Equally, devotion without consciousness of the Divine can only breed ahamkara (egoism).


-- Divine Discourse Aug 21, 1994

You are all caskets of divine love; share it, spread it. Express that love in acts of service, words of sympathy, and thoughts of compassion.


Apakah tujuan hidup manusia? Apa kewajiban manusia? Tujuan hidup manusia adalah menemukan kebenaran bahwa Tuhan telah menganugerahkan tubuh kepada manusia untuk memberikan pertolongan kepada orang lain: Paropakarartham idam shareeram. Kita hidup dalam masyarakat dan bergantung pada masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan kita. Namun, dengan melupakan apa yang menjadi kewajibannya kepada masyarakat, manusia justru menjalani kehidupan yang egoistis dan berpusat pada kepentingan diri sendiri. Pelayanan kepada masyarakat adalah Karma (kewajiban) yang utama. Kepedulian terhadap kesejahteraan semua orang adalah Bhakti (pengabdian). “Semoga semua manusia berbahagia.” Kesadaran akan perasaan dan prinsip tersebut merupakan Jnana (pengetahuan sejati). Tanpa menyadari kewajiban untuk melayani masyarakat, dan tanpa kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat, bagaimana mungkin dalam diri seseorang dapat tumbuh keinginan yang mencakup semua makhluk untuk mencapai kebahagiaan bagi semuanya, yang merupakan wujud dari Bhakti? Ketiga hal ini saling berkaitan erat, seperti bunga, buah yang masih muda, dan buah yang telah matang. Buah dari Bhakti memberikan Jnana, yaitu kebijaksanaan yang menghapuskan perbedaan. Bhakti merupakan bagian dari Tuhan. Tanpa Bhakti, kesadaran akan Tuhan tidak dapat dialami. Sama halnya, Bhakti tanpa kesadaran akan Tuhan hanya dapat melahirkan Ahamkara (egoisme).


-- Divine Discourse 21 Agustus 1994

Engkau semua adalah wadah-wadah kasih Tuhan; bagikanlah kasih itu dan sebarkanlah. Wujudkan kasih tersebut melalui tindakan pelayanan, perkataan yang penuh simpati, dan pikiran yang penuh welas asih.

No comments: