Monday, September 28, 2026

Thought for the Day - 28th September 2026 (Monday)



Deha + Atma (body + Spirit) is Dehatma. Jiva + Atma (Life + Spirit) is Jivatma. Param + Atma (the Supreme + Self) is Paramatma. Although Deha (the body), Jiva (the individual), and Param (the Supreme) are different terms, Atma (Spirit) is common and is equally present in all three. The Atma is all-pervading. That is termed Sat (Being). It may be likened to sugar, which retains its sweetness in whatever way it may be used, be it coffee, tea, milk, payasam or anything. The name coffee, tea and so on changes, but the sweetness of the sugar is the same. Chit (Awareness) is subject to change and movement. When you mix sugar in water, you have neither sugar nor water, but only syrup. When Sat, which represents the Divine and Chit, which represents the Life Principle, come together, you have Ananda (Bliss). This is Sat-chit-ananda. It is like an ocean in which the myriad creatures come into existence and disappear like the waves. Their names and forms vary, but essentially they are the same as the ocean. They are all living beings which have emerged from Sat-chit-ananda.


-- Divine Discourse Jun 26, 1994

People are immersed in dualism, separating God from themselves. Through love, this sense of separation can be ended.


Deha + Atma (Tubuh + Atma) adalah Dehatma. Jiva + Atma (Hidup + Atma) adalah Jivatma. Param + Atma (Yang Tertinggi + Atma) adalah Paramatma. Walaupun Deha (tubuh), Jiva (individual), dan Param (Yang Tertinggi) adalah istilah yang berbeda, Atma adalah sama dan hadir secara setara dalam ketiganya. Atma adalah memenuhi semuanya. Keadaan ini disebut Sat (Keberadaan). Hal ini dapat diibaratkan seperti gula yang tetap menjaga rasa manisnya dalam apapun cara yang digunakan, apakah gula tersebut dicampurkan ke dalam kopi, teh, susu, payasam, atau minuman dan makanan lainnya. Nama-nama seperti kopi, teh, susu, dan sebagainya memang berbeda, tetapi rasa manis gula tetap sama. Chit, yaitu Kesadaran adalah mengalami perubahan dan gerakan. Ketika gula dicampurkan ke dalam air engkau tidak lagi melihat gula dan air secara terpisah, melainkan terbentuk sirup. Ketika Sat, yang melambangkan Tuhan, dan Chit, yang melambangkan Prinsip hidup, bersatu, maka muncullah Ananda, yaitu Kebahagiaan Ilahi. Inilah yang disebut Sat-Chit-Ananda. Hal ini dapat diibaratkan seperti lautan, tempat berbagai makhluk hidup muncul dan kemudian menghilang seperti gelombang. Nama dan bentuk mereka berbeda-beda, tetapi pada hakikatnya semuanya sama dengan lautan itu sendiri. Semua makhluk hidup telah muncul dari Sat-Chit-Ananda.


-- Divine Discourse 26 Juni 1994

Manusia tenggelam dalam pandangan dualistis dengan memisahkan Tuhan dari dirinya sendiri. Melalui kasih, rasa keterpisahan ini dapat diakhiri.

No comments: