Krishna demonstrated that if you practise the sadhana of the constant presence of God, you are bound to achieve victory. Take Him as the charioteer; He will steer you through the heaviest odds. He has no favourites or rivals. Like fire, He spreads warmth to all who are near Him. If you do not feel the warmth, do not blame Him: blame yourself that you are far from Him. Look at Bhishma! He prayed to the very Krishna who had vowed to kill him; he prayed that Krishna should grant him a vision of His divine splendour! That is true bhakti (devotion), real jnana (wisdom)! He had the faith and the vision, and Krishna blessed him. Hiranyakashipu said, “He is nowhere” and so, He was nowhere for him; Prahlada asserted, “He is everywhere”, and He appeared from the pillar to prove him true. God did not have to run into the pillar in order to come out of it, to respond to the challenge of the father. He was there all along, just as in everything else. He had only to make Himself visible! I too am like that; if you accept Me and say, “yes”, I too respond and say, “Yes, yes, yes”! If you deny and say, “No”, I also echo, “No”. Come, examine, experience, and have faith; that is the method of utilising Me.
- Divine Discourse, Nov 23, 1964
Just as we have to adopt a particular path to get butter out of milk, we have to adopt a path called sadhana, to experience Divinity and have a vision of the Lord.
Krishna menunjukkan bahwa jika engkau mempraktikkan sadhana berupa kesadaran yang terus-menerus akan kehadiran Tuhan, engkau pasti akan meraih kemenangan. Jadikanlah Dia sebagai kusirmu; Dia akan menuntunmu melewati berbagai tantangan yang paling berat sekalipun. Dia tidak memiliki orang yang diistimewakan maupun yang dimusuhi. Bagaikan api, Dia memancarkan kehangatan kepada siapapun yang berada di dekat-Nya. Jika engkau tidak merasakan kehangatan itu, jangan menyalahkan-Nya; lihatlah ke dalam dirimu sendiri dan sadari bahwa engkau mungkin berada jauh dari-Nya. Lihatlah Bhishma! Ia berdoa kepada Krishna yang bahkan telah berikrar untuk membunuhnya. Ia berdoa agar Krishna berkenan menganugerahinya penglihatan akan kemuliaan Ilahi-Nya. Itulah bhakti (pengabdian) yang sejati, dan jnana (kebijaksanaan) yang sesungguhnya. Bhishma memiliki keyakinan dan penglihatan batin, dan Krishna memberkatinya. Hiranyakashipu berkata, “Dia tidak ada dimanapun,” dan karena itu, baginya Tuhan seolah-olah tidak ada dimanapun. Prahlada menegaskan, “Dia ada dimana-mana,” dan Tuhan muncul dari sebuah tiang untuk membuktikan kebenaran perkataannya. Sesungguhnya, Tuhan tidak perlu masuk ke dalam tiang terlebih dahulu agar dapat keluar darinya untuk menjawab tantangan sang ayah. Dia telah ada disana sejak semula, sebagaimana Dia hadir dalam segala sesuatu. Dia hanya perlu menampakkan diri. Aku pun demikian. Jika engkau menerima-Ku dan berkata, “Ya,” Aku pun akan menjawab, “Ya, ya, ya!” Jika engkau menyangkal dan berkata, “Tidak,” Aku pun akan menggemakan, “Tidak.” Datanglah, selidiki, alami, dan milikilah keyakinan. Itulah cara untuk memanfaatkan kehadiran-Ku.
— Wacana Ilahi, 23 November 1964
Sebagaimana kita harus menempuh cara tertentu untuk mendapatkan mentega dari susu, demikian pula kita harus menempuh jalan yang disebut sadhana untuk mengalami Keilahian dan memperoleh penglihatan akan Tuhan.
No comments:
Post a Comment